Sekolah Darurat untuk MI Cikondang Tasikmalaya

Sekolah Darurat untuk MI Cikondang Tasikmalaya

Sekolah Darurat untuk MI Cikondang Tasikmalaya' photo

ACTNews, TASIKMALAYA - Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (6/11) lalu, kini masuk tahap pemulihan. Jalan yang sebelumnya terputus akibat timbunan longsor, perlahan kembali dapat dilalui kendaraan roda empat. Bangunan yang hancur pun mulai direnovasi oleh pemiliknya. Walau begitu, masih ada beberapa fasilitas umum yang masih belum dapat digunakan, seperti sekolah.

Salah satunya Madrasah Ibtidaiyah Cikondang yang ada di Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega. Sekolah yang berdiri di area perbukitan di selatan Tasikmalaya ini mengalami kerusakan di beberapa bagian bangunannya. Kerusakan itu dampak dari pergerakan tanah longsor yang terjadi dini hari itu.

Sejak longsor menghantam, bangunan sekolah tak lagi dapat digunakan. Aktivitas belajar-mengajar pun untuk sementara dihentikan. Sebanyak 82 siswa harus ikut mengungsi bersama orang tuanya. Di Cikondang, pusat pengungsian ada di area persawahan yang tak jauh dari pemukiman warga yang terimbas luapan sungai.

Berikhtiar menyediakan ruang kelas sementara untuk para guru dan siswa, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendirikan sekolah darurat untuk MI Cikondang, Rabu (28/11). Dengan menggunakan tenda berukuran 10x4 meter, sekolah darurat ini akan mendukung kegiatan belajar-mengajar enam kelas di MI Cikondang.

“Tenda kami dirikan di lapangan MI Cikondang karena sebelumnya sekolah darurat ini berada di satu tempat dengan pusat pengungsian warga Cikondang di area persawahan,” kata Zainal Abidin dari Tim Program ACT Tasikmalaya, Rabu (28/11).

Selain di pelataran MI Cikondang, ACT juga menyediakan sekolah darurat di lapangan kampung Cibinong, Desa Bojongsari, Culamega. Di Cibinong, lokasi sekolah sementara berada di satu lokasi dengan Hunian Nyaman Terpadu (Integrated Community Shelter/ICS) Tasikmalaya. “ACT juga mendistribusikan bantuan perlengkapan sekolah untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar,” tambah Zainal. []

Bagikan