Selain Dari Mengajar, Eni Lakoni Pekerjaan Lain Untuk Penuhi Kebutuhan

Setelah mengajar PAUD, Eni Herlina kemudian bekerja sebagai buruh cat pelampung pancingan, dan sesekali juga menerima jasa rias seserahan pernikahan.

sahabat guru indonesia
Eni (kiri) ketika menerima bantuan dari program Sahabat Guru Indonesia. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN SUKABUMI – Global Zakat-ACT kembali memberikan apresiasi kepada para guru di pelosok negeri, melalui program Sahabat Guru Indonesia. Amanah para dermawan berupa paket pangan tersebut sampai kepada Eni Herlina, seorang guru di Desa Nagrak, Kecamatan cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Eni telah mengajar selama delapan tahun di sebuah PAUD di desanya. Mengajar mengaji, membaca, menulis, dan berhitung, menjadi pekerjaannya sehari-hari. “Setiap bulan saya mendapatkan gaji Rp200 ribu dari mengajar,” ungkap Eni ketika ditemui pada Kamis (23/12/2021) lalu.


Penghasilan tersebut dirasa belum cukup, terutama karena Eni masih memiliki tanggungan empat orang anak. Karena itu ibu tangguh ini juga melakoni pekerjaan lain selepas sekolah. Salah satunya yakni menjadi buruh cat pelampung pancingan atau yang dikenal masyarakat sekitar dengan sebutan kukumul.

“Biasanya mengecat kukumul itu sepulang sekolah dan bisa sampai jam 12 malam. Di sampiung itu saya juga suka mengambil pekerjaan sebagai penghias seserahan pernikahan,” cerita Eni kepada Tim Global Zakat-ACT. Di samping itu, penghasilan keluarga Eni juga berasal dari suaminya yang bekerja lepas.

Karena itu, Eni berterima kasih kepada Global Zakat-ACT atas bantuan para dermawan yang  telah menitipkan rezeki terbaiknya. []