Selama 10 Hari, Ambulans Indonesia di Gaza Layani 1.000 Pasien

Dalam operasionalnya, empat ambulans Indonesia kini total telah memberikan layanan kesehatan kepada 1.180 pasien yang membutuhkan perawatan. Dengan rincian, satu unit ambulans yang berlokasi di Raffah, Jalur Gaza telah menangani 295 pasien.

Ambulans Indonesia
Ambulans Indonesia di Gaza beri layanan kesehatan kepada warga yang membutuhkan. (ACTNews)

ACTNews, GAZA — Selama 10 hari, Ambulans Indonesia telah memberikan layanan kesehatan secara penuh kepada warga. Empat ambulans tersebut, berada di dua wilayah berbeda di Gaza. Satu unit berada di wilayah Raffah, dan tiga unit di Gaza Utara.

Dalam operasionalnya, ambulans dari amanah sahabat dermawan telah memberikan berbagai layanan kesehatan. Mulai dari memeriksa, memberikan obat, melakukan perawatan hingga antar jemput pasien.

Selama 10 hari berlangsung, empat ambulans telah memberikan layanan kesehatan kepada 1.180 pasien yang membutuhkan perawatan. Dengan rincian, satu unit ambulans yang berlokasi di Raffah, Jalur Gaza telah menangani 295 pasien.

Sedangkan, tiga unit ambulans yang berlokasi di Gaza Utara, masing-masing memberikan layanan kesehatan kepada 295 pasien. Hingga saat ini pelayanan kesehatan masih terus dilakukan oleh tim ambulans dan juga tim medis. Mengingat akhir-akhir ini banyak warga yang menderita sakit.

Sementara, melalui ikhtiar ACT membantu bangkitkan Gaza, Firdaus Guritno tim Global Humanity Response dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengatakan, jumlah unit ini pun akan terus bertambah sepanjang tahun 2021. Sebab, masih banyak ambulans yang direncanakan akan dihadirkan.

"Ada dua unit yang sedang memasuki tahap karoseri, lalu ada satu juga yang menunggu masuk ke Gaza, serta juga masih ada beberapa unit lainnya tengah dalam proses pengadaan," ujar Firdaus pada waktu lalu.

Kata Firdaus, ambulans ini bertipe pre-hospital. Karena memiliki peralatan medis yang lengkap dan tim medis yang sudah terlatih memberikan layanan kesehatan darurat. Seperti melalukan CPR (resusitasi jantung paru), penggunaan AED (defibrillator eksternal otomatis), dan perawatan awal pasca resusitasi.

"Di dalam ambulans ada kabinet untuk penyimpanan obat dan peralatan medis. Peralatan lain yang akan terdapat di ambulans adalah monitor tanda vital, kotak pertolongan pertama, alat resusitasi, dan kursi dokter," jelasnya.

Selain bantuan ambulans, untuk mempercepat proses pemulihan Gaza, ACT juga turut melalukan pengadaan klinik Indonesia di Gaza atau Indonesia Medical Clinic. Total ada empat tambahan klinik yang berada di empat kegubernuran berbeda di Gaza, yakni Kota Gaza, Area Tengah, Khan Younis, dan Raffah. Setiap klinik dapat memberikan pelayanan kesehatan gratis untuk 1.000 pasien tiap bulannya.