Selama Ramadan, 1 Juta Jiwa Lebih di 15 Negara Rasakan Kebaikan Sahabat Dermawan

Selama Ramadan, amanah Sahabat Dermawan telah dirasakan oleh 1.064.855 jiwa di 15 negara termasuk Indonesia dengan melibatkan 14.510 relawan dalam implementasi program-program kedermawanan.

rekap aksi ramadhan
Kapal Ramadhan antarkan Paket Pangan untuk masyarakat pulau-pulau di Aceh. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Ramadan 1443 H telah berlalu. Kedermawanan umat yang diamanahkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) juga telah tersampaikan kepada saudara-saudara di dalam dan luar negeri. 

Vice President ACT Dwiko Hari Dastriadi menjelaskan selama Ramadan atau periode 3 April 2022 sampai 7 Mei 2022 kebaikan dari Sahabat Dermawan telah dirasakan oleh 1.064.855 jiwa dari 155.287 KK di 15 negara termasuk Indonesia dengan melibatkan 14.510 relawan dalam implementasi program-program kedermawanan.

Kedermawanan tersampaikan kepada para penerima manfaat lewat berbagai program kemanusiaan. Di dalam negeri, kedermawanan tersampaikan lewat program sajian iftar, sahur, paket pangan warga prasejahtera, paket pangan Ramadan, beras zakat fitrah, santunan tunai zakat fitrah, serta paket pangan untuk dai. 

Selain itu, ada juga paket pangan untuk guru, Beras Wakaf gratis, bantuan mushaf Al-Qur’an, paket pangan lebaran, Humanity Food Truck, dan Humanity Food Bus. Di beberapa wilayah di Indonesia, kedermawanan ini diantarkan menggunakan Kapal Ramadhan. 

“Kapal Ramadhan membawa paket pangan dan sajian berbuka atau sahur kepada warga yang ada di tepian negeri dan pelosok yang belum tersentuh bantuan. Di Pulau Kalimantan, Sumatra, NTT, Kepulauan Riau Kapal Ramadhan menyusuri sungai dan menyeberangi lautan, berpindah dari satu pulau ke pulau yang lain, dari satu tempat ke tempat yang lain,” katanya, Selasa (10/5/2022). 

Sementara di luar negeri, ACT menyampaikan amanah para dermawan untuk membantu saudara-saudara muslim yang tengah dilanda krisis di negaranya selama Ramadan. Mulai dari krisis pangan, air bersih, kesehatan, dan kurangnya peralatan peribadatan. 


Suasana distribusi iftar di Somalia. (ACTNews)

“Aksi yang dilakukan pun beragam, sesuai dengan kebutuhan saudara kita di sana. Mulai dari bantuan logistik, pembangunan Sumur Wakaf, pembagian air bersih melalui Mobile Water Tank,  bantuan pangan siap saji untuk sahur dan berbuka, hingga distribusi mushaf Al-Qur’an," ujar Dwiko.

Dwiko menjelaskan, untuk aksi di luar negeri, ada 14 negara yang telah terjangkau bantuan ACT selama Ramadan. Di antaranya yaitu untuk masyarakat Palestina, pengungsi di Yaman, Suriah, Lebanon, dan Afghanistan. Kemudian juga untuk pengungsi Rohingya di Myanmar dan Bangladesh, pengungsi Uighur di Turki, serta minoritas muslim di Kamboja. 

"Palestina menjadi negara dengan jumlah aksi dan penerima manfaat terbanyak. Selama Ramadan ini, masyarakat di sana telah menghadapi berbagai kesulitan. Dari mulai krisis air bersih dan kemiskinan yang semakin parah, dan ditambah adanya sejumlah serangan yang dilakukan zionis Israel di Yerusalem" ucap Dwiko. 


Sajian iftar dari para dermawan temani waktu berbuka para santri. (ACTNews)

Tidak hanya itu, bantuan kemanusiaan juga sampai ke negara-negara di Benua Afrika. Di antaranya yaitu Somalia, Mali, Kenya, Ghana, dan Gambia. Untuk masyarakat Afrika, bantuan didominasi distribusi mushaf Al-Qur’an. 

Sebab, umat muslim di sana sangat kesulitan untuk mendapat Al-Qur’an. Selain dilanda kemiskinan, jumlah produksi mushaf di sana juga terbatas. Dengan didistribusikannya ribuan mushaf di Afrika, diharapkan mampu meningkatkan tilawah umat muslim di sana selama Ramadan, serta secara tidak langsung memajukan peradaban Islam di sana. 

"Aksi-aksi ini gencar kami lakukan di Ramadan agar saudara-saudara muslim negara lain yang tengah menghadapi krisis dapat pula merasakan kebahagiaan Ramadan layaknya mayoritas muslim di Indonesia. Sebab, bulan Ramadan dan bulan penuh berkah, dan sepatutnya dirayakan dengan ceria oleh seluruh umat di dunia," pungkasnya.

Selanjutnya Dwiko mengajak agar kedermawanan saat Ramadan diteruskan hingga setelah Ramadan. “Kan Alumni Ramadhan, jadi ibadah dan kedermawanannya harus tetap dijaga meski sudah di luar Ramadan. Terima kasih para dermawan,” pungkasnya. []