Selama Ramadan, GrabFood dan ACT DIY Siap Salurkan Donasi Makanan

Pengguna Grab yang ingin berdonasi dapat melakukan pemesanan makanan di GrabFood dan memilih titik antar, yaitu kantor ACT DI Yogyakarta. Makanan yang tiba di kantor ACT DI Yogyakarta kemudian disalurkan oleh relawan ACT kepada masyarakat yang membutuhkan.

Masyarakat prasejahtera di Yogyakarta menerima bantuan makanan siap santap. (ACTNews)

ACTNews, YOGYAKARTA – Ketersediaan pangan amat dibutuhkan di masa pandemi Covid-19. Pemenuhan pangan tidak selamanya mudah, utamanya untuk para pekerja harian, yang nafkahnya bergantung pada aktivitas masyarakat di luar rumah. Hal ini mengingat kini aktivitas di luar rumah kian minim karena adanya imbauan pembatasan jarak fisik di area publik.

Selama Ramadan ini, ACT DI Yogyakarta dan GrabFood siap menyalurkan donasi makanan siap santap bagi masyarakat yang membutuhkan di Yogyakarta dan sekitarnya. Kolaborasi ini dimulai sejak Selasa (28/4).

Pengguna Grab yang ingin berdonasi dapat melakukan pemesanan makanan di GrabFood dan memilih titik antar atau titik drop-off, yaitu kantor ACT DI Yogyakarta di Jl. Nitikan Baru, No.41, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta. Pemesanan ini sendiri wajib menggunakan pembayaran saldo OVO.

Makanan yang tiba di kantor ACT DI Yogyakarta kemudian disalurkan oleh relawan ACT kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada April lalu, donasi makanan diterima sebelum pukul 12.00 WIB. Khusus di bulan Ramadan, program donasi makanan via Grabfood dibuka pada pukul 16.00 - 17.00 WIB, tujuannya untuk dapat berbagi makanan saat menjelang buka puasa. 

Adapun kegiatan ini dilakukan karena cukup banyak pengguna Grab yang menggunakan layanan GrabFood untuk memesan makanan untuk mereka yang membutuhkan. Agar lebih tepat sasaran, GrabFood berkolaborasi dengan ACT DI Yogyakarta untuk membantu menyalurkan donasi makanan.

Koordinator Tim Program ACT DI Yogyakarta Kharis Pradana mengatakan, menjaga ketersediaan pangan di tengah kondisi sulit seperti ini menjadi sesuatu hal yang penting untuk dilakukan. Pasalnya, jumlah masyarakat yang pendapatannya tergerus makin meningkat. Kebutuhan pangan pun kian sulit untuk dipenuhi.

“Dampak pandemi ini telah menjalar hingga ke para pedagang kecil. Mereka mengeluh karena dagangannya menjadi tidak laku. Lalu pekerja harian dan buruh yang terpaksa harus diliburkan sehingga tidak memiliki penghasilan. Ada pula pengemudi ojek yang pelanggannya turun drastis akibat adanya wabah Covid-19 ini,” ujar Kharis.

Oleh karena itu, kolaborasi dengan GrabFood menjadi solusi dalam pemenuhan pangan masyarakat yang terdampak langsung pandemi corona secara sosial ekonomi. Donasi makanan dari para pelanggan GrabFood akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, utamanya para pekerja harian yang terdampak.[]