Selesai Berzakat, Jangan Lupa Tebar Manfaat Wakaf

Setelah menunaikan zakat yang bersifat wajib, ada amalan-amalan sunah lainnya yang memiliki keutamaan luar biasa. Salah satunya yakni wakaf yang dapat mendorong kemajuan ekonomi masyarakat.

Wakaf tak selalu berbentuk aset atau harta benda tak bergerak. Dengan berwakaf tunai, harta tersebut dapat diimplementasikan menjadi aset produktif seperti Global Wakaf - ACT yang menjadikannya Wakaf Sawah Produktif.
Wakaf tak selalu berbentuk aset atau harta benda tidak bergerak. Dengan berwakaf tunai, harta tersebut dapat diimplementasikan menjadi aset produktif seperti Global Wakaf-ACT yang menjadikannya Wakaf Sawah Produktif. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA – Ibadah terbagi menjadi beberapa jenis. Ada yang dilakukan melalui fisik, ada ibadah dengan hati, dan ada juga ibadah yang dapat dilakukan dengan harta. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf menjadi cara-cara seorang muslim beribadah dengan harta.

Dari semua ibadah harta, yang wajib hanyalah zakat, sementara sisanya sunah. Namun di antara masing-masing ibadah harta yang sunah memiliki keutamaan.

“Ketika berbicara tentang wakaf, ini hal yang luar biasa. Karena wakaf dari kata ‘waqafa’ yang artinya tetap. Berubah kepemilikannya dari milik seorang hamba menjadi milik Allah, dan kemudian dijalankan amanah kepemilikan Allah melalui para nazir,” jelas Ustaz Zulfikarullah pada Kajian Peradaban pada akhir Maret lalu.

Nazir kemudian mengelola amanah wakaf sehingga kebermanfaatan wakaf terus bergulir. Sementara harta yang diwakafkan akan terus ada. Inilah makna tetap dalam filosofi wakaf. 


“Wakaf itu tidak hanya dengan aset, masjid, tanah tapi juga bisa kita lakukan dengan uang. Sesungguhnya mereka yang beruntung adalah ketika detak jantungnya berhenti, namun pahala amal kebajikan mereka tetap mengalir walaupun seorang hamba itu berada di alam barzah. Inilah salah satu puncak dari gaya hidup millenials muslim hari ini. Ketika dia sudah selesai dengan zakat mari kita berlomba-lomba dengan wakaf,” ujar Ustaz Zulfikarullah.

Kemanfaatan wakaf tunai telah terbukti sejak zaman Rasulullah SAW, khususnya untuk sektor perekonomian. Oleh karena itu, Ustaz Zulfikarullah menilai saat ini adalah saat yang tepat untuk berwakaf sebab pandemi menghantam juga segi ekonomi bangsa.

“Di dalam generasi keemasan Islam, solusi itu ada pada instrumen wakaf. Hari ini setiap kita pun bisa berperan menjadi pribadi-pribadi sebagaimana Sayyidina Umar bin Khattab dan Sayyidina Utsman bin Affan. Berwakaf dengan wakaf yang sangat luar biasa,” kata Ustaz Zulfikarullah.

Sebagaimana firman Allah dalam Surat Ali Imran ayat 92, yang berbunyi ‘Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai,’ Ustaz Zulfikarullah pun mengajak para dermawan untuk mendermakan harta terbaik mereka. “Inilah menjadi salah satu amalan yang pahalanya mengalir kepada kita, walaupun kita telah berada di sisi Allah SWT. Kita buktikan bahwa kita siap untuk berwakaf dengan melakukan wakaf tunai kita,” ajaknya.[]