Selesaikan Krisis Air Rohingya, Global Wakaf-ACT Bangun Delapan Sumur Wakaf

Tidak tanggung-tanggung, delapan Sumur Wakaf dibangun untuk pengungsi internal Rohingya di Sittwe, Rakhine, Myanmar. Ini merupakan upaya untuk menyelesaikan krisis air bersih yang telah lama membelenggu para pengungsi.

sumur wakaf rohingya
Keceriaan pengungsi Rohingya di Myanmar dalam menyambut Sumur Wakaf baru. (ACTNews)

ACTNews, SITTWE – Sumur Wakaf kembali dibangun untuk pengungsi internal Rohingya di Kota Sittwe, Rakhine, Myanmar. Tidak tanggung-tanggung, delapan sumur dihadirkan pewakif Indonesia untuk mengentaskan permasalahan air yang diderita para pengungsi.

Krisis air memang menjadi masalah yang sudah bertahun-tahun menimpa pengungsi Rohingya di Myanmar. Mereka harus berjalan cukup jauh untuk menuju sumber air di sungai terdekat. Namun, tak jarang pula air yang mereka dapatkan bukan air bersih, melainkan air sungai dengan warna yang keruh.

Oleh karena itu, para pengungsi sangat bahagia ketika tim Global Wakaf-ACT datang ke wilayah mereka untuk membangun sumur. Sedikitnya 1.200 pengungsi internal terbantu dengan Sumur Wakaf yang dibangun di Desa U Yin Thar ini.

"Proses pembangunan berlangsung selama dua minggu sejak awal Agustus lalu. Proses pembangunan juga melibatkan warga sekitar. Beramai-ramai mereka merayakan kehadiran sumur karena tidak lagi harus berjalan jauh untuk mendapat air," ujar Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT, Sabtu (28/7/2021).

Lebih lanjut, Firdaus menjelaskan bahwa jenis sumur yang dibangun adalah sumur pompa. Namun, sebab air tanah yang lambat laut akan mengering dan habis, maka sumur ini juga perlu diperbaharui dalam beberapa tahun ke depan. Sumur-sumur tersebut akan dipindahkan ke lokasi lain yang kiranya memiliki pasokan air untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.

"Air bagi mereka bukan hanya untuk mandi, memasak, atau minum. Tapi juga untuk beribadah, sebab mereka merupakan muslim yang menggunakan air mengalir untuk berwudu. Oleh karena itu, program Sumur Wakaf di Rakhine, Myanmar ini menjadi program yang hampir tiap tahun kami adakan," jelas Firdaus.[]