Seluruh Korban Hanyut Susur Sungai Sempor Telah Ditemukan

Dua siswa SMP Negeri 1 Turi kembali ditemukan pada Ahad (23/2) pagi ini. Kedua jenazah adalah korban hilang yang terakhir ditemukan sejak mengikuti kegiatan susur Sungai Sempor pada Jumat (21/2) lalu.

Seluruh Korban Hanyut Susur Sungai Sempor Telah Ditemukan' photo
Tim DER-ACT DI Yogyakarta selepas melakukan pencarian para korban yang hilang akibat musibah susur sungai di Sleman. (ACTNews)

ACTNews, SLEMAN – Korban kecelakaan air di Sungai Sempor, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman telah ditemukan seluruhnya. Dari total 249 siswa SMPN 1 Turi yang terbawa arus saat kegiatan susur Sungai Sempor, telah terkonfirmasi pada Ahad (23/2) ini bahwa sebanyak 239 dinyatakan selamat dan 10 siswa dinyatakan meninggal dunia.

Tim Disaster Emergency Response (DER) - ACT DI Yogyakarta ikut membantu berbagai pihak dalam pencairan korban selama dua hari belakangan. Di hari terakhir pencarian, tim menemukan kembali dua jenazah.


“Pada Ahad pukul 05:30 WIB telah ditemukan korban ke-9. Selang beberapa saat, yakni pada pukul 07:05 WIB, korban ke-10 juga diketemukan. Keduanya ditemukan di Dam Mantras yang berjarak sekitar 400 meter dari tempat kejadian mula di Sungai Sempor. Kedua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Fuad, Komandan Tim DER ACT -  DI Yogyakarta.

Adapun data terakhir dari kesepuluh korban hanyut Sungai Sempor diketahui bernama Sovie Aulia, Arisma Rahmawati, Nur Azizah, Latifa Zulfa, Khoirunisa, Evita Putri L, Fanesha Dida, Nadine Fadila Khasanah, Yasinta Bunga, dan Zahra Imelda.


Tim DER - ACT DI Yogyakarta bersama TNI dan Tim SAR saat pencarian korban susur Sungai Sempor. (ACTNews)

Kedua korban terakhir yang ditemukan, yaitu Yasinta Bunga dan Zahra Imelda, kemudian dibawa ke RS Bhayangkara DIY untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut. “Dengan ditemukannya seluruh korban hanyut Sungai Sempor, operasi SAR Gabungan Sungai Sempor dinyatakan ditutup,” lanjut Fuad.

Sebagai bentuk kepedulian yang mendalam, ACT juga akan memberikan santunan kepada seluruh keluarga korban. Hingga kini, ACT DI Yogyakarta sedang melakukan pendataan kepada keluarga korban.

“Sampai saat ini masih dilakukan pendataan kepada seluruh keluarga korban. Sesegera mungkin kami akan memberikan santunan. Harapan kami bantuan ini dapat meringankan duka keluarga yang sedang berbelasungkawa,” ujar Kepala Program ACT DIY Kharis Pradana.

Seperti yang diberitakan,  tragedi hanyutnya ratusan siswa-siswi SMPN 1 Turi berawal dari latihan pramuka yang digelar pada Jumat (21/2) lalu, dengan kegiatan berupa susur sungai. Tetapi secara tiba-tiba dari arah utara sungai, banjir bandang setinggi 1-2 meter menerjang, kemudian menghanyutkan ratusan peserta susur sungai tersebut. []


Bagikan