Semakin Mudah Berwakaf di Era Digital

Dengan bantuan teknologi digital, wakaf di era kini dapat dilakukan hanya dengan sentuhan ujung jari saja. Kehadiran platform digital memudahkan wakif sekaligus membangun ekosistem ekonomi syariah.

Ilustrasi. Kemudahan berwakaf melalui platform digital diharapkan memudahkan wakif. (ACTNews/Reza Mardhani)
Ilustrasi. Kemudahan berwakaf melalui platform digital diharapkan memudahkan wakif. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA – Wakaf mulai mengisi layar digital. Berbagai platform kini hadir untuk mempermudah wakaf tunai dari para dermawan. Bahkan belakangan, salah satu marketplace daring yang cukup besar di Indonesia, ikut meluncurkan fitur wakaf bagi para penggunanya.

Gerakan teknologi ini disambut dengan positif oleh berbagai pihak. Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Ventje Rahardjo Soedigno misalnya. Ia mengatakan kerja sama penyedia platform digital dengan lembaga pengelola wakaf penting untuk mengembangkan dan memperkuat ekosistem keuangan syariah.

”Pengembangan dan penguatan ekosistem jasa keuangan syariah penting karena ini hal unik yang bisa kita kembangkan di Indonesia. Wakaf uang, sebagai salah satu produk keuangan syariah yang kini jadi perhatian, perlu didukung karena manfaatnya yang besar,” kata Ventje dalam peluncuran fitur marketplace tersebut pada Rabu (28/4/2021).

Ventje melanjutkan penyediaan platform digital untuk penyaluran wakaf menjadi penting karena bisa meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah. Sehingga masyarakat yang belum terjangkau oleh bank sekalipun bisa ikut serta. Kemudahan untuk berwakaf dalam jumlah kecil pun akan menyadarkan masyarakat bahwa berwakaf tidak perlu menunggu kaya.


Sejalan dengan itu juga, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk pengelolaan wakaf. Wapres mengatakan, pemanfaatan teknologi dan platform digital dalam wakaf dapat membantu mempercepat transformasi wakaf produktif.

"Pemanfaatan teknologi dan platform digital bagi peningkatan kesadaran berwakaf sangat penting, terutama bila kita ingin menjangkau generasi milenial yang sehari-hari akrab dengan teknologi digital," kata Ma'ruf dalam Rapat Koordinasi Nasional Badan Wakaf Indonesia “Era Baru Perwakafan Nasional Melalui Transformasi Digital" akhir Maret lalu.

Wapres mengatakan, pemanfaatan teknologi dan platform digital dalam pengelolaan wakaf harus didorong mulai dari tahap pengumpulan sampai pelaporan pemanfaatan wakaf. "Dengan demikian para wakif akan menjadi lebih mudah dalam berwakaf," kata Ma'ruf.

Gerakan wakaf melalui platform digital ini juga telah lama dimulai oleh Global Wakaf-ACT. Melalui Indonesia Dermawan, para dermawan sekalian dapat mengakses kemudahan dalam berderma, termasuk wakaf tunai salah satunya.

Wakaf tunai yang terkumpul akan dikonversikan menjadi program-program wakaf produktif, antara lain Wakaf Sawah Produktif, Wakaf Ternak Produktif, Wakaf Pangan Produktif, Wakaf Air Produktif, serta Wakaf Modal Produktif.[]