Semangat Aip Mengajar dalam Keterbatasan Fisik

Aip Saripudin (49), guru dari Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya sudah 15 tahun mengajar. Meskipun dengan keterbatasan fisik dan gaji yang minim, semangat Aip tak pernah luntur demi cita-citanya membangun bangsa.

Semangat Aip Mengajar dalam Keterbatasan Fisik' photo
Aip Saripudin tak pernah putus semangat mengajarkan ilmu agama Islam kepada para muridnya. (ACTNews/Rimayanti)

ACTNews, TASIKMALAYA – Global Zakat - ACT Tasikmalaya kembali menyalurkan bantuan biaya hidup bagi guru melalui program Sahabat Guru Indonesia. Selasa (16/6), bantuan bantuan diserahkan kepada Aip Saripudin (49), sosok pengajar tangguh dari Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya. Lima belas tahun lamanya Aip mengabdikan diri di dunia pendidikan sebagai guru honorer.

Belasan tahun mengajar ia jalani dengan kondisi keterbatasan penglihatan. Saat lulus SD, ia terserang penyakit mata yang mengakibatkan mata kanannya tidak bisa melihat dan mata kirinya buram. Sejak saat itu ia mengajar dengan keterbatasan fisik yang ia miliki, namun semangat untuk mencerdaskan generasi bangsanya sangat luar biasa. Setiap harinya ia mengajar di Madrasah Diniyyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) An-Nur Arruqoyah, dengan mata pelajaran seperti hafalan Alquran, hadis, dan fikih.

Selain menjadi seorang guru, ia juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai pedagang makanan di sekolah. Hal ini dilakukan untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Meski begitu, dia tidak pernah mengeluh dengan keadaan.

“Biasanya di sekolah sambil dagang makanan atau cemilan anak-anak, seperti kue-kue begitu. Selama ini saya mengajar tidak menggunakan Alquran braille atau apa pun karena insyaallah yang disampaikan sudah ada di dalam kepala. Anak-anak memperhatikan dan saya menerangkan. Dan di sini saya bersyukur karena Allah memberikan kemudahan,” ungkap Aip.


Setiap bulannya ia mendapatkan gaji Rp10 ribu dari satu orang anak yang dididik setiap bulannya. Dengan penuh keikhlasan dan mengajar dalam keterbatasan, ia memiliki harapan besar untuk memajukan umat “Harapan saya mengajar dan mencerdaskan anak-anak, tidak lain hanya ingin lebih memajukan umat,” tambah Aip.

Saat Global Zakat - ACT Tasikmalaya menyampaikan apresiasi dan tunjangan biaya hidup guru kepada Aip, ia pun amat bersyukur. “Alhamdulillah, jazakallah atas bantuan yang diberikan ACT kepada saya. Mudah-mudahan Allah berkahi dan mudahkan segala urusannya,” ujarnya.

M. Fauzi Ridwan dari Tim Program Global Zakat - ACT Tasikmalaya mengatakan bahwa sudah 200 guru honorer di Tasikmalaya yang diberikan bantuan biaya hidup selama tahun 2020. “Alhamdulillah selama tahun 2020 hingga hari ini, sudah 200 guru yang menerima manfaat dari bantuan biaya hidup guru ini melalui program Sahabat Guru Indonesia. Mudah-mudahan maslahat ini semakin meluas sehingga lebih banyak lagi guru yang bersemangat lagi dalam memajukan peradaban,” harap Fauzi. []


Bagikan