Semangat Ajar Guru Sari, Tak Terpengaruh Gaji

Meski gaji tidaklah seberapa, Samapta Sari, guru honorer di Karimun konsisten mengajar para siswa.

samapta sari
Samapta Sari saat sedang mengajar di kelas. (ACTNews)

ACTNews, KARIMUN – Perjuangan dalam dunia pendidikan adalah jalan panjang. Ibarat menanam pohon, harus terus dipupuk dan dirawat agar menuai hasil yang maksimal. Hal itu menjadi motivasi Samapta Sari, guru honorer satu sekolah di Kundur, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun.

Menurut Sari, siswa tidak boleh berhenti mendapat pelajaran dan bimbingan, meski kondisi pendidikan belum ideal. “Kalau menanam pohon, dia akan tetap tumbuh atau mati tergantung yang menanamnya. Agar tumbuh sempurna dan tidak mati, pohon harus tetap dirawat. Siswa juga seperti itu, agar menjadi pribadi yang berkarakter dan cerdas, harus terus dibimbing,” ungkap Sari saat ditemui tim ACT Batam, Selasa (16/11/2021).


Sebagai guru honorer, Sari mendapat upah Rp650 ribu per bulan. Selama 17 tahun mengajar, Sari belum pernah mendapat gaji lebih dari itu. Bahkan sejak pandemi Covid-19 terjadi, gaji Sari dipotong. 

“Suami juga kena PHK. Jadi, untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak-anak, hanya bersumber dari gaji saya. Sesekali suami mendapat pekerjaan sebagai buruh bangunan,” kata ibu tiga anak ini. 

Sari berharap, sang suami segera mendapat pekerjaan tetap atau dirinya bisa lulus menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau guru dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sehingga kebutuhan ekonomi keluarganya kembali normal.[]