Semangat Bertani Sami demi Kesejahteraan Anak

Selama 20 tahun bertani, belum sedikit pun kesejahteraan ekonomi yang Sami rasakan. Hasil tani ia gunakan untuk menghidupi dua orang anaknya. Berlandaskan amanah dan tanggung jawab karena Allah, ia mengoptimalkan daya dan upaya agar anak-anaknya hidup sehat serta bahagia.

Sami, petani asal Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. (ACTNews)

ACTNews, BLORA – Senyum Sami (46) hangat menyapa kedatangan Tim Global Wakaf – ACT ke rumahnya, Senin (8/3/2021). Ia adalah salah satu petani di Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Lahan sawah seluas 250 meter persegi menjadi andalan Sami memperoleh penghasilan. Tidak banyak jika dibandingkan kebutuhan hidup, pendapatan Sami usai panen hanya sekitar satu juta rupiah.

Selama 20 tahun bertani, belum sedikit pun kesejahteraan ekonomi yang Sami rasakan.  Hasil tani ia gunakan untuk menghidupi dua orang anaknya. Berlandaskan amanah dan tanggung jawab karena Allah, ia mengoptimalkan daya dan upaya agar anak-anaknya hidup sehat serta bahagia. “Ini keluarga saya, Mas. Kalau tidak saya yang menghidupi, akan dihidupi oleh siapa lagi?” getir Sami menceritakan kondisinya.


Selain bertani, Sami (46)  juga merawat ternak-ternak tetangganya. (ACTNews)

Untuk tambahan penghasilan sehari-hari, Sami mengurus ternak kambing dan ayam milik tetangga. Penghasilan memang tidak menentu dari mengurus hewan-hewan tersebut, namun  Sami tidak punya pilihan lain.

“Modal tanam butuh Rp 1,5 juta. Kalau hanya mengandalkan hasil panen, tidak tercukupi. Kebutuhan bulanan bisa sampai Rp 750 ribu. Setiap hari pun kita butuh makan,” cerita Sami sambil menyeka air mata di pipi. Sami pun berharap bisa hidup sejahtera di hari tua

Global Wakaf – ACT pun berikhtiar membantu pergerakkan ekonomi Sami dengan modal Wakaf Sawah Produktif. Bantuan ini diberikan pada Senin (8/3/2021). Rushan Novaly dari Tim Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia menjelaskan, Wakaf Sawah Produktif saat ini menjadi hulu dari Gerakan Sedekah Pangan Nasional.

“Aksi ini bertujuan membentuk kedaulatan pangan, salah satunya, melalui pemberdayaan petani sebagai produsen pangan dan pengelolaan hasil pertanian untuk masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.[]