Semangat Ci Emak Mendampingi UMKM

Salah satu pendamping, Erna Yuliawati, yang akrab disapa Ci Emak, membagikan kisahnya. Ci Emak adalah pendamping pelaku UMKM binaan Global Wakaf-ACT Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

bantuan modal serang
Ilustrasi. Lewat pendampingan, para pendamping dan pelaku UMKM dapat berbagi ilmu bisnis. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA – Perkembangan para penerima manfaat program Wakaf UMKM tidak terlepas dari peran para pendamping. Para pendamping inilah yang memupuk semangat pelaku UMKM, baik melalui ilmu-ilmu bisnis, maupun spiritual.

Salah satu pendamping, Erna Yuliawati, yang akrab disapa Ci Emak, membagikan kisahnya. Ci Emak adalah pendamping pelaku UMKM binaan Global Wakaf-ACT Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Ci Emak mengaku, ia malah banyak belajar dari UMKM binaan. “Setiap perjalanannya penuh suka dan duka. Suka saat bisa bertemu dengan mereka, saling tukar ilmu dan pengalaman juga saat mendengar pertumbuhan dan perkembangan usaha mereka,” ungkap Ci Emak pada Jumat (29/10/2021).

Ia mencontohkan salah satu pelaku usaha binaannya yang sepasang guru honorer SD. Mereka bersepakat untuk menambah pendapatan keluarga dengan membuka usaha toko kelontongan serba ada.


Salah satu toko serba ada milik salah satu UMKM binaan Ci Emak. (ACTNews)

Couple preneur ini saya pikir sangat menginspirasi karena dari awal mereka membuka usaha ini dari uang yang dikumpulkan sedikit demi sedikit, tanpa meminjam dari siapapun. Mereka tidak mau terlilit riba. Padahal di kampungnya, bank keliling (rentenir) selalu berkeliling hampir tiap hari menawarkan pinjaman pada warga di sana,” cerita Ci Emak.

Pasangan itu ternyata membutuhkan modal tambahan. Mereka mendengar program Wakaf UMKM dan turut bergabung bulan Juli lalu. “Alhamdulillah omzetnya dari bulan ke bulan semenjak ikut program ini semakin berkembang,” tutur Ci Emak.

Meski begitu, cukup banyak penerima manfaat yang belum dapat berjalan maksimal. Ci Emak memperkirakan, dari 23 penerima manfaat binaannya sampai saat ini hanya 20% yang termotivasi untuk meningkatkan skala usaha. Bahkan sempat beberapa pengusaha binaan Ci Emak berhenti. Tetapi Ci Emak menganggapnya sebagai bagian dari sunatullah dalam proses. Ia pun tidak ingin menyerah sebagai pendamping. Selama masih diberikan amanat, ia ingin semua UMKM binaannya berhasil.


“Masyaallah, kerennya Wakaf UMKM ini masih memberikan kesempatan bagi yang gugur untuk bangkit kembali, dengan program dana abadinya. Setiap dari mereka bisa memasarkan produknya dahulu. Biaya produksinya ditanggung Wakaf UMKM. Jika sudah dipasarkan, 10 hari berikutnya baru mengembalikan. Ini merupakan bentuk solusi yang saya pikir sangat membantu jika betul mereka ingin membangkitkan usahanya kembali. Semoga saja mereka bisa menggunakan kesempatan baik yang diberikan ini,” harapnya.[]