Semangat Guru di Bojonegoro Mendidik Anak-Anak Alor

Saidi telah bertahun-tahun mengajar anak-anak yang berasal dari Alor. Ia merasa senang karena mendapat kesempatan mengajar anak-anak dengan berbagai latar belakang.

Semangat Guru di Bojonegoro Mendidik Anak-Anak Alor' photo
Saidi saat diwawancara tim ACTNews, Senin (10/2). Ia merupakan salah satu guru yang mengajar anak-anak Alor di Bojonegoro. (ACTNews/Muhar Zulfikar)

ACTNews, BOJONEGORO Dengan semangat Saidi (35) mengajar di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Al-Fajar, Kapas, Bojonegoro, Senin (10/2). Suaranya lantang, jelas terdengar tiap kata-katanya oleh anak murid. Ia menjelaskan pelajaran  dengan detail agar anak-anak mampu memahaminya.

Sudah tiga tahun Said, panggilan akrabnya, mengajar di sekolah yang bertempat di Kecamatan Kapas ini. Pelajaran-pelajaran agama Islam yang ia ajarkan ke anak muridnya. Hampir sebagian besar waktunya ialah mengajar. “Pagi sampai siang di sini ngajar anak-anak. Sorenya sampai jam 9 malam mendampingi santri untuk belajar hadis, tahfiz, mengaji kitab hingga pidato,” ungkap Said kepada tim ACTNews.

Di MTs Muhammadiyah Al-Fajar, Said tak hanya mengajar anak-anak di sekitar sekolah juga. Ada yang istimewa, ia juga mengajar anak-anak dari Timuabang, Alor, Nusa Tenggara Timur. Sekitar 40 anak Alor menempuh pendidikan di sini.

Pertemuan pertama Said dengan anak-anak dari Alor tersebut berawal dari pertemanannya dengan Kadir, perintis Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIs) Timuabang saat sama-sama sedang menempuh pendidikan tinggi di Jember, Jawa Timur. Pertemanan ini yang kemudian terjalin kerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak dari Alor dengan bersekolah di Jawa, tepatnya Bojonegoro. “MIs Timuabang ini sekolah asal anak-anak di sini (Al-Fajar), setelah lulus dari sana, mereka melanjutkan sekolah ke Bojonegoro,” jelas Said.


Murid MIs Timuabang, Alor. (ACTNews)

Ketika ditanya bagimana perasaannya mengajar anak dengan latar belakang budaya yang berbeda, Said mengatakan, ini merupakan pengalamannya yang berkesan. Tiap anak memiliki keunikan sendiri-sendiri baginya. Namun, bagi guru yang berasal dari Madura ini, semua karakter anak-anak menjadi tantangan tersendiri.

Kini, anak didiknya yang berasal dari Alor akan ada yang siap lulus dari Al-Fajar, Bojonegoro. Mereka bakal membawa bekal ilmu dari guru-guru di Bojonegoro, termasuk Said. Ia berharap, semua pelajaran yang telah dipelajari selama ini dapat bermanfaat, khususnya bagi kampung halaman mereka di Alor.

“Semoga anak-anak dapat terus teguh berpegang pada ajaran Islam. Mereka juga harus bisa mengaplikasikan ilmunya di tanah kelahiran mereka di Alor sana,” harapnya, Senin (10/2).

Perlu diketahui, sebagian murid MIs Timuabang, Alor diberangkatkan ke Bojonegoro untuk menempuh pendidikan yang lebih baik. Beasiswa ini merupakan program Pendidikan Tepian Negeri dari Global Zakat-ACT. Sampai saat ini, ada puluhan anak asal Timuabang yang belajar di Bojonegoro dan sebagiannya akan segera lulus.

“Program ini bertujuan memberikan anak-anak dengan kesulitan akses sekolah dan berprestasi untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, khususnya di wilayah tepian negeri. Harapannya bekal ilmu ini dapat membawa perubahan di kampung halaman mereka di Alor sana,” jelas Riski Andriana dari Tim Program Global Zakat-ACT.[]


Bagikan