Semangat Handayah Rawat Puluhan Lansia

Usia Handayah telah menginjak 65 tahun, tapi semangatnya tak surut untuk merawat sesama. Bersama anak dan cucu, Handayah mendirikan Pondok Panti Lansia di Blitar dan menghidupi puluhan lansia terlantar.

Handayah tengah merawat lansia yang ada di Pondok Panti Lansia yang ia kelola bersama keluarga. (ACTNews/Saiful Anam)

ACTNews, BLITAR – Pondok Panti Lansia yang ada di Dusun Bendelonje, Desa Kendalrejo, Talun, Kabupaten Blitar menjadi tempat bagi puluhan lansia melanjutkan kehidupan masa tuanya. Di sana, mereka tinggal bersama teman sesama lansia, rata-rata mereka datang karena ditinggal oleh keluarga. Di panti, 34 lansia yang ada dirawat oleh Handayah (65) bersama keluarga.

Usia Handayah sendiri memang sudah tak muda lagi. Akan tetapi semangat berbaginya begitu tinggi. Berbekal semangat tersebut, ia menguatkan diri untuk mengabdi merawat sesama lansia bersama anak dan cucunya.

“Saya dan keluarga sudah merawat mereka selama 11 tahun,” kenang Handayah di awal Maret ini.

Lansia yang Handayah rawat datang dengan berbagai kondisi, tak semuanya dalam kondisi baik. Ia menuturkan, ada lansia yang dalam kondisi gangguan jiwa dan datang dari berbagai wilayah, mulai dari sekitar Blitar, Ibu Kota, Sumatra hingga Sulawesi. Mayoritas, lansia yang dirawat dari keluarga prasejahtera dan dianggap menjadi beban keluarga karena sudah tua. Hingga kemudian nasib mempertemukan mereka dengan Handayah dan diterima sepenuh hati serta dirawat layaknya keluarga sendiri.

Mengetahui perjuangan penuh semangat ini, kemudian membawa Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada awal Maret menemui Handayah di panti lansia yang ia kelola. Di sana, Rabu (4/3/2021), ACT bersama Santri Taruna Tani (SANTANI) menyerahkan satu ton Beras Wakaf serta 10 kardus kebutuhan mandi bermitra dengan Coolgate untuk lansia di panti tersebut.

“Dukungan pangan harus terus kami diupayakan untuk menunjang kebutuhan lansia. Terkadang kita luput perhatian pada golongan tersebut,” ungkap Kepala Cabang ACT Malang Diki Taufik Sidiq saat menyerahkan paket pangan dan perlengkapan kebersihan ke panti lansia.

Kehadiran paket pangan di Pondok Panti Lansia ini, tambah Diki, merupakan perluasan manfaat dari Gerakan Sedekah Pangan Nasional yang ACT inisiasi sejak akhir Februari lalu. Produk pangan yang diserahkan berupa Beras Wakaf yang merupakan hasil dari pengelolaan dana wakaf yang masyarakat salurkan melalui Global Wakaf-ACT.

Selain di panti lansia di Blitar, ACT juga meluaskan kebaikan dari gerakan ini ke berbagai elemen masyarakat. Di pekan pertama Maret saja, paket pangan berupa Beras Wakaf serta Air Minum Wakaf didistribusikan ke petugas keamanan di berbagai titik di Jawa Barat, Jakarta dan Banten. Selain itu, hadir juga Air Minum Wakaf di masjid-masjid serta tempat peristirahatan di jalan tol wilayah Bekasi.

“Dalam Gerakan Sedekah Pangan Nasional, setiap elemen masyarakat bisa ambil bagian dan merasakan manfaat kebaikan ini,” jelas Diki.[]