Semangat Melanjutkan Asa Selepas Kepergian Yudha

ACT Jawa Tengah berkomitmen meningkatkan taraf perekonomian keluarga Yudha Adi, pasien MSR yang meninggal dunia karena penyakit hati kronis. Sebuah peternakan kambing dibuat untuk keluarga Yudha di pekarangan rumah mereka.

Semangat Melanjutkan Asa Selepas Kepergian Yudha' photo
Ani Umiati, ibunda Yudha yang sedang memberikan pakan kambing dalam program Pemberdayaan Masyarakat oleh ACT. (ACTNews)

ACTNews, SEMARANG – Rasa sedih atas masa lalu masih tersirat di wajah Ani Umiati (34) saat ditemui tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan ACT Jawa Tengah pada Sabtu (15/2). Putra Ani, Yudha Adi Pradana merupakan pasien program Mobile Social Rescue (MSR) yang meninggal dunia karena menderita kronis kista hati. Berbagai cara dilakukan demi kesembuhan Yudha, salah satunya adalah pengobatan di RSUP Dr. Kariadi, Semarang.

Yudha sempat ditangani tiga dokter spesialis dan telah menjalani operasi jaringan hati dan pembuatan saluran empedu. Dokter pun telah merujuk Yudha dirawat lebih lanjut di salah satu rumah sakit khusus penyakit hati di Jakarta.

Ani Umiati dengan penuh rasa cinta bertekad akan memberikan hatinya untuk kesembuhan Yudha. Takdir Tuhan berkata lain. Dalam proses menunggu kesiapan operasi cangkok hati, Yudha terlebih dahulu berpulang untuk selama-lamanya pada Maret 2019 silam.

Kini, melalui program MSR, ACT berkomitmen untuk meningkatkan taraf perekonomian keluarga Yudha agar lebih baik. Beberapa kandang kambing berdiri kokoh di kebun Ani Umiati yang berlokasi di Desa Jatisono, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak. 

“Kami merancang program pemberdayaan yakni budi daya ternak kambing. Awalnya kami memberikan delapan ekor kambing. Ada yang sudah berkembang biak, sementara lainnya dalam proses penggemukan. Saat ini sudah ada tiga lokal kandang dengan masing-masing berkapasitas tujuh sampai dengan sepuluh ekor,” terang Kepala Cabang ACT Jawa Tengah Giyanto.

Selain Pembuatan kandang dan pembelian Kambing, tim ACT juga memberikan persediaan pakan ternak hingga beberapa bulan untuk mempermudah pengelolaan kandang. Hingga kini, ternak kambing yang dilakukan keluarga Yudha sudah berkembang dan menunjukkan hasil.

Ayah Yudha seorang sopir truk yang berpenghasilan tidak tetap, sementara Ani Umiati harus rela meninggalkan pekerjaan untuk merawat Yudha yang terbaring lemas kala itu. Ani Umiati mengaku terbantu dengan program bantuan ini, “Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih kepada segenap dermawan yang sudah membantu masa-masa terberat dalam keluarga kami hingga detik ini. Akhir-akhir ini, suami sangat jarang ada panggilan nyupir. Dengan adanya ternak, kami punya kegiatan dan semoga dapat menghasilkan ketika dijual di waktu yang tepat,” pungkas Ani.[]


Bagikan