Semangat Membimbing Generasi Muda, Pesantren Nurul Ahmadi Jombang Berikan Pendidikan Gratis

Biaya pribadi pendiri yayasan, bantuan sejumlah donatur, dan biaya operasional Sekolah dari pemerintah menjadi dasar Pondok Pesantren Nurul Ahmadi menjalankan kegiatan belajar mengajar. Pesantren di Jombang itu menggratiskan biaya pendidikan untuk para santri dari keluarga prasejahtera.

Semangat Membimbing Generasi Muda, Pesantren Nurul Ahmadi Jombang Berikan Pendidikan Gratis' photo
Santri Nurul Ahmadi menerima bantuan beras untuk Santri dari Global Wakaf - ACT Jawa Timur, Rabu (23/9). (ACTNews)

ACTNews, JOMBANG – Berawal dari kegelisahan atas anak-anak yang tidak mau mengaji lagi usai tamat sekolah menengah, Pondok Pesantren Nurul Ahmadi didirikan pada 2010 lalu. Bersama 51 ustaz dan ustazah pengasuh, saat ini pesantren mendidik 270 santri dan santriwati dari berbagai wilayah di Indonesia.

Berbekal semangat membimbing akhlak generasi muda, pesantren yang berlokasi di kawasan Catak gayam, Mojowarno, Gayam Utara ini beroperasi. Ulil Abshor, Kepala Sekolah Pesantren Nurul Ahmadi mengatakan, kelangsungan pesantren saat ini hanya mengandalkan dari pemilik dan juga sebagian donatur saja.

“Pokok’e, sing penting pondok iki kudu m’laku, Gak dipikir seko endi duek’e,” kata Gus Ulil saat Aksi Cepat Tanggap Jawa Timur mengantarkan bantuan beras untuk santri ke Pesantren, Rabu (23/9) lalu. ia berkelakar, biaya untuk operasional pesantren tidak dipikirkan yang penting pembelajaran bisa terus berjalan.

Lulusan Pesantren Tebu Ireng itu melanjutkan, saat ini operasional pesantren mengandalkan biaya pribadi pemilik yayasan, sejumlah donatur, dan biaya operasional pemerintah. Santri dan santriwati tidak dikenakan biaya pendidikan.

Sementara, bagi keluarga santri yang mampu dipersilahkan kalau mau berkontribusi seikhlasnya untuk pondok. “Walaupun ada, jumlahnya tidak lebih banyak dengan santri-santri kami yang lebih membutuhkan bantuan,” lanjut Gus Ulil.

Diakui Ulil, jumlah santri yang belajar di pesantrenya tidak seimbang dengan fasilitas yang ada, misalnya ruang belajar. Walaupun begitu, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mengajar para guru. Hal tersebut dibuktikan salah satunya lewat prestasi 13 besar nilai Ujian Nasional di kota Jombang tahun lalu.     

Selain pesantren, yayasan juga mendirikan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) yang mulai beroperasi pada 2015. Disusul dengan beridrinya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Tim Program ACT Jawa Timur Dipo Hadi pun mengajak sahabat dermawan membersamai perjuangan Pesantren Nurul Ahmadi. Bantuan beras wakaf untuk para santri sejumlah 250 kilogram yang dilakukan ACT Jatim diharapkan menjadi pelopor kedermawanan yang lebih banyak.

“Turut mendukung ikhtiar pesantren, Sahabat Dermawan bisa mendukung melalui wakaf tunai. Sahabat bisa menyalurkannya melalui Indonesia Dermawan atau melalui rekening BNI Syariah di nomor 66 00000 142 atas nama Global Wakaf.  Layak kita membantu pondok agar mereka bisa mendidik generasi rabbani yang mandiri,” pungkas Dipohadi.[]

Bagikan

Terpopuler