Semangat Mengajar Zainal yang Tak Pernah Pudar

Zainal Arifin, salah satu guru di Kalimantan Selatan, tetap meneruskan pengabdiannya sebagai guru walaupun kondisinya kini berbeda. Dua tahun lalu, kakinya harus diamputasi karena penyakit diabetes yang ia alami. Semangat mengajar Zainal yang tidak memudar menggerakkan dermawan dan Global Zakat - ACT Kalimantan Selatan untuk mendukung semangatnya.

Semangat Mengajar Zainal yang Tak Pernah Pudar' photo
Zainal Arifin, guru di Yayasan Bina Insani, Banjarmasin, menerima tunjangan hidup dan bantuan pangan dari program Sahabat Guru Indonesia, Jumat (12/6). (ACTNews)

ACTNews, BANJARMASIN Namanya Muhammad Zainal Arifin, salah satu guru Pendidikan Agama di SMP milik Yayasan Bina Insani, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Guru yang gigih serta penuh dengan perjuangan ini selalu bersemangat dalam memberikan ilmu untuk anak didiknya. 

Kondisi Zainal tidak lagi sama sejak 2 tahun lalu. Ia harus menjalani amputasi kaki karena penyakit diabetes. Keadaan itu pun tidak menyurutkan semangat didiknya. Ia tetap mengabdi.

“Sudah sejak 1985 saya mengabdi sebagai guru. Harus semangat dalam mencerdaskan anak bangsa,” katanya kepada tim Global Zakat Kalimantan Selatan, Jumat (12/6).

Hingga kini, Zainal bersama istri dan ketiga anaknya tinggal menumpang di sebuah rumah milik yayasan, letaknya tepat di belakang gedung sekolah. Sejak dulu Zainal memang hanya mengandalkan honornya sebagai guru.

Jumat itu, tim Global Zakat - ACT Kalimantan Selatan menyampaikan tunjangan biaya hidup dan bantuan paket pangan untuk Zainal. Apresiasi ini hadir dari para dermawan atas pengabdiannya selama ini. "Terima kasih Sahabat Dermawan, semua kebaikan ini telah membantu guru seperti saya ini,” ungkapnya.

Koordinator Program Global Zakat - ACT Kalimantan Selatan Retno Sulistiyani menerangkan, Global Zakat terus berikhtiar mendukung semangat didik para guru honorer di Kalimantan Selatan.

“Kami akan terus bergerak menyampaikan beaguru ini sampai dan tepat kepada penerima manfaat. Kami berharap bisa membantu memenuhi kebutuhan hidup para guru,” jelas  Retno.[]


Bagikan