Semangat Mernawaty Mengajar, Meneruskan Perjuangan Pahlawan

“Menjadi guru adalah satu hal dan gaji guru adalah hal yang lain. Siswa tidak bisa menjadi korban (tidak mendapat kesempatan belajar) karena gaji gurunya kecil,” kata Mernawaty, guru honorer di Karimun, Kepulauan Riau.

guru honorer mernawaty
Mernawaty saat sedang membimbing siswa di kelas. (ACTNews)

ACTNews, KARIMUN – Mernawaty, guru honorer di Tanjung Balai Karimun, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun tetap bertahan meski gaji terpotong akibat pandemi Covid-19. Bagi Mernawaty, menjadi guru adalah meneruskan perjuangan para pahlawan. 

Mernawaty menceritakan, menjadi guru merupakan impiannya sejak duduk di bangku kuliah. Impian tersebut terinspirasi dari para pahlawan yang memperjuangkan hak pendidikan bagi masyarakat Indonesia. 

“Mereka (pahlawan) sudah berjuang sampai titik darah penghabisan, agar anak-anak Indonesia bisa bersekolah. Ketika sudah didapatkan, kita yang harus mempertahankannya, salah satunya dengan menjadi guru,” kata Mernawaty saat ditemui tim ACT Batam ini, Kamis (18/11/201). 

Meski gaji sebagai guru honorer masih jauh dari layak, Ernawaty tetap bersemangat mengajar. Bagi Ernawaty, mengajar adalah satu hal, dan gaji guru adalah hal yang lain. Siswa tidak bisa ditinggal hanya karena gaji guru-gurunya bermasalah. 

“Keyakinan saya, siswa tidak boleh dikorbankan hanya karena gaji guru kecil. Insyaallah, banyak rezeki dari jalan lain tidak hanya dari gaji sebagai guru,” ungkapnya. 

Mernawaty mendapat gaji Rp600 ribu per bulan. Akibat pandemi, gajinya dipotong 10 persen. Untuk mendukung perjuangan Mernawaty, Global Zakat-ACT memberikan bantuan biaya hidup, Kamis (18/11/2021).[]