Semangat Ratusan Warga Malang Menjadi Relawan Penanganan Covid-19

Tak hanya petugas medis, para relawan kemanusiaan pun menjadi garda terdepan penanganan Covid-19. MRI salah satunya. Ribuan orang meluangkan waktu, meninggalkan keluarga dan orang yang mereka sayang untuk terlibat penanganan corona.

Semangat Ratusan Warga Malang Menjadi Relawan Penanganan Covid-19' photo
Personel Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 di Malang. (ACTNews)

ACTNews, MALANG Peri Adisa Putra (33) nyaris tiap hari sibuk memantau timnya untuk memastikan mereka tetap dalam kondisi baik dan memberikan pelayanan kepada masyarakat juga dengan baik. Ratusan orang yang Peri pimpin merupakan relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Malang. Mereka saat ini dijadikan dalam satu komando di bawah Peri untuk satuan tugas penanganan Covid-19.

Selain menjadi relawan, Peri juga merupakan seorang suami serta ayah dari anak-anaknya. Peri meluangkan waktu untuk kegiatan relawan selama pandemi corona ini berlangsung. Ia meninggalkan keluarganya untuk tetap di rumah saja. “Saya mengambil tanggung jawab ini demi saudara sebangsa kita yang sekarang terancam oleh wabah corona,” ungkap Peri, Rabu (15/4).

Hal serupa dilakukan Raharjo Wahyu (29), karyawan di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Malang ini kini meluangkan waktunya untuk kegiatan kerelawanan penanganan Covid-19. Sejak adanya anjuran untuk menghentikan kegiatan pusat perbelanjaan karena berpotensi menimbulkan kerumunan, Wahyu tak lagi bekerja. Ia diliburkan untuk sementara dari aktivitas kariernya itu.


Pesan relawan kepada keluarga. Ratusan relawan di Malang saat ini berjibaku untuk penanganan Covid-19. (ACTNews)

Entah sampai kapan tempat Wahyu bekerja akan ditutup. Namun, sudah satu bulan terakhir ini ia bergabung, merapatkan barisan bersama ratusan relawan MRI Malang lainnya untuk penanganan Covid-19. Beragam aksi kebaikan telah ia lakukan, mulai dari mengedukasi masyarakat terkait Covid-19, penyemprotan disinfektan, sampai pendistribusian bantuan ke masyarakat prasejahtera dan petugas medis. “Semoga wabah ini lekas hilang agar kehidupan kita semua kembali normal seperti bisa,” harap Wahyu sambil terlihat matanya berkaca-kaca.

Ratusan relawan memang tergabung bersama MRI Malang. Beberapa bulan ini mereka disibukkan untuk membantu masyarakat bebas dari corona. Bantuan pangan juga didistribusikan. Fuad Nur Hasan (16) merupakan relawan MRI Malang yang selalu aktif tiap kali ada koordinasi yang bertempat di kantor ACT Malang.

Keterbatasan fisik tak menghalangi Fuad untuk terus aktif menjadi relawan, bahkan ketika adanya pandemi corona seperti sekarang ini. Nyaris semua aksi penyemprotan disinfektan di tempat umum Fuad ikuti. Ingin ikut terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan jadi alasan. “Semaksimal mungkin saya membantu sesama,” ungkap Fuad, Rabu (15/4).

Peri, Wahyu, dan Fuad merupakan sedikit dari ribuan relawan MRI-ACT yang tersebar di berbagai pelosok negeri ini. Saat ini mereka tengah berjuang untuk membebaskan Indonesia dari wabah corona. Aksi medis, edukasi serta pendistribusian bantuan mereka lakukan. Tidak ada alasan lain bagi mereka bergabung dalam dunia kerelawanan melainkan panggilan kemanusiaan, menyelamatkan saudara sebangsanya dari wabah corona. “Saya bangga jadi relawan,” tambah Fuad.[]


Bagikan