Semangat Wiyarno Dagangkan Bakso Tusuk Keliling, Meski Sampai Malam Hari

Semenjak pandemi, pelanggan bakso tusuk Wiyarno yang kebanyakan siswa sekolah kini pun berkurang sebab sekolah libur. Tempat wisata tempat ia biasa mangkal juga tutup, sehingga untuk menghabiskan barang dagangan ia berkeliling hingga malam.

Winaryo biasanya bisa menghabiskan bahan baku bakso hingga empat kilogram satu hari, tetapi pada masa pandemi ini ia hanya bisa memproduksi dua kilogram. (ACTNews)

ACTNews, MAGELANG – Ketika Wiyarno berkeliling menjajakan bakso tusuk melalui gerobak motornya, kebanyakan para pelanggan yang akan menghampiri adalah anak-anak. Terutama ketika ia membawanya melewati sekolah-sekolah yang ada di wilayah Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Empat kilogram bahan bakso bisa habis dalam satu hari saja. Ia akan membawa pulang gerobak yang sudah kosong di pukul dua siang, sembari berbelanja untuk dagangan keesokan harinya. Rutinitas ini sudah berjalan selama lima tahun untuk menopang keluarga kecil Wiyarno.

Tetapi pandemi mendampak usaha Wiyarno semenjak sekolah tutup. “Produksi bakso saya juga sekarang menurun. Biasanya empat kilogram, sekarang sehari dua kilogram. Itu juga jualannya sampai malam,” tutur Wiyarno pada Rabu (14/7/2021) silam.


Daerah wisata Borobudur yang biasa ia jadikan tempat alternatif untuk mangkal pun tutup. Pemasukannya jadi berkurang karena penutupan-penutupan ini. “Sekarang keliling saja dari dusun ke dusun,” tambah Wiyarno.

Tetapi karena segala kesulitan ini, Wiyarno juga mesti memotong modal usahanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Saya berharap ada bantuan modal, jadi bisa berdagang kembali seperti semula,” ungkapnya.

Karenanya Global Wakaf-ACT menyalurkan bantuan modal untuk Wiyarno melalui program Wakaf UMKM. Harapannya melalui pemberian modal wakaf serta pendampingan ini, Wiyarno dapat terus menjalankan usahanya meskipun di tengah masa sulit seperti saat ini. []