Semangat Zaenal Mencerdaskan Anak-Anak di Tasikmalaya

Dahulu Zaenal sehat bugar dan bisa mengajar di sekolah, namun sekarang ia tidak bisa berjalan bahkan tidak bisa berdiri. Meskipun demikian, semangatnya untuk mengajar tetap berkobar.

Semangat Zaenal Mencerdaskan Anak-Anak di Tasikmalaya' photo
Zaenal, salah satu guru prasejahtera yang menerima bantuan biaya hidup dari Global Zakat - ACT. (ACTNews/M. Fauzi Ridwan)

ACTNews, TASIKMALAYA - Zaenal Mustofa (76) begitu semangat mengajar di MDTA Nurush Shibyan. Meskipun dalam kondisi keterbatasan fisik, ia tetap memiliki tekad yang kuat untuk mengajarkan ilmu kepada anak didiknya.

Sudah 35 tahun, Zaenal mengajar di sekolah yang berada di Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya ini. Hampir seluruh waktunya ia habiskan untuk mengajar. Zaenal mengajar pelajaran agama Islam kepada murid-muridnya. 

Ia tidak hanya mengajarkan ilmu agama di MDTA, ia juga mengajar anak-anak mengaji setelah magrib, sehingga tak jarang rumahnya selalu ramai didatangi anak-anak. Dari hasil mengajar selama ini, ia mendapatkan gaji yang tidak menentu, antara Rp50.000,00 sampai Rp75.000,00 per bulannya. Walaupun pendapatannya rendah, Zaenal terus mengupayakan empat anaknya bersekolah hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). 

Dahulu Zaenal sehat bugar dan bisa mengajar di sekolah, namun sekarang ia tidak bisa berjalan bahkan tidak bisa berdiri. Meskipun demikian, semangatnya untuk mengajar tetap berkobar. Oleh karena itu, aktivitas mengajar dan belajar untuk murid-muridnya dialihkan ke rumah Zaenal. 

“Iya dulu saya masih kuat berjalan ke sekolah untuk mengajar. Karena saya sekarang kondisinya seperti ini (tidak bisa berjalan), jadi proses belajar dan mengajar dipindahkan ke rumah. Alasan tetap mengajar karena saya ikhlas lillahitaala ingin mencerdaskan anak-anak di sekitar tempat tinggal saya” ungkap Zaenal, Kamis (17/2).

Zaenal merupakan satu di antara empat guru yang menerima bantuan biaya hidup melalui program Sahabat Guru Indonesia. Hingga saat ini, sudah ada 200 guru di Tasikmalaya yang menjadi penerima manfaat program tersebut. “Pak Zaenal bersama tiga temannya baru saja menerima bantuan biaya hidup guru melalui program Sahabat Guru Indonesia dari Global Zakat - ACT. Masih banyak guru prasejahtera seperti Pak Zaenal yang patut kita apresiasi pengabdiannya sebagai guru tanpa tanda jasa,” kata M. Fauzi Ridwan dari Tim Program Global Zakat - ACT Tasikmalaya.[]


Bagikan