Semarak Iduladha di Somalia, Sambut Kurban Dermawan Indonesia

Ribuan kurban dari Indonesia menyapa masyarakat Somalia pada tahun 2019 lalu. Hadirnya kurban ini menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat Somalia yang kerap diterpa kesulitan bertubi-tubi.

Seorang anak semringah membawa sekantong daging kurban menuju rumahnya. (ACTNews)

ACTNews, MOGADISHU – Mualim duduk di atas motor roda empat yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, menggantikan salah satu kakinya yang sudah tidak ada. Meskipun kondisinya tidak sebaik warga lain, ditambah matahari sangat menyengat di wilayah pinggiran Kota Mogadishu siang itu, antusiasnya menyambut daging kurban tidak kalah dengan ratusan warga lainnya.

Mualim tidak tahu-menahu dari mana daging ini datang. Bahkan ketika diberitahu bahwa daging ini berasal dari kedermawanan saudara-saudaranya di Indonesia, ia sendiri tak paham di mana letak Indonesia itu. Tetapi dengan ketulusannya, ia mendoakan agar berkah selalu bersama para dermawan.

“Terima kasih kepada teman-teman muslim yang ada di Indonesia, dan saya berdoa mudah-mudahan Allah membalas kebaikan kalian semua. Dan juga terima kasih banyak untuk teman-teman dermawan di Indonesia yang telah mengirimkan kurban ini,” ujar Mualim.


Hari tasyrik di Somalia pada bulan Agustus 2019 lalu itu terasa sangat semarak dengan orang yang berlalu-lalang membawa kantong-kantong daging yang diberikan oleh para dermawan. Terhitung sekitar 1.200 sapi yang disembelih untuk warga di Somalia dan didistribusikan oleh Global Qurban – ACT.

“Alhamdulillah di hari tasyrik dan distribusi terakhir itu ada total 1.200 yang kami berikan kepada warga di Somalia, yakni di Kota Mogadishu, Baidoa, dan Beledweyne. Selain kepada warga prasejahtera, kurban juga kami berikan kepada ratusan anak yatim di panti asuhan,” jelas Andi Noor Faradiba dari Tim Global Qurban – ACT yang ikut secara langsung mendistribusikan di sana.

Somalia memang negara yang menghadapi banyak tantangan dalam perjalanannya. Dilansir dari Republika, hampir tiga dekade konflik, serangan ekstremis, penyakit, dan wabah belalang yang menghancurkan telah mengambil korban besar.


Anak-anak di salah satu pengungsian di Somalia. (ACTNews/Shulhan S. Rijal)

Tahun ini, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, pandemi Covid-19 ikut memperburuk sistem pangan dunia. Termasuk di Somalia sendiri, sekitar 3,5 juta orang diproyeksikan menghadapi krisis pangan dalam level yang lebih buruk beberapa bulan mendatang.

Pada tahun ini Global Qurban – ACT akan kembali menyapa warga Somalia. Faradiba berharap, dalam Iduladha tahun ini, para dermawan dapat menunjukkan kepeduliannya lagi untuk warga Somalia yang saat ini tengah menghadapi kesulitan.

“Insyaallah, kita akan bertemu lagi dengan warga Somalia pada tahun ini. Tentu kita mengharapkan partisipasi dari para dermawan agar kita bisa memeriahkan lagi Iduladha mereka pada tahun ini, di tengah situasi sulit yang mereka hadapi,” harap Faradiba. []