Semarak Kurban hingga Hari Tasyrik Terakhir di DI Yogyakarta

Penyembelihan hewan kurban yang dilakukan di Akademi Relawan Indonesia, Sleman ini menutup rangkaian penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban yang telah dilakukan di tiga hari sebelumnya untuk wilayah DI Yogyakarta.

Hewan yang diambil dari kandang di ARI Yogyakarta untuk disembelih di hari terakhir taysrik 2019 lalu. Di hari itu, 676 domba disembelih untuk didistribusikan ke masyarakat prasejahtera di DI Yogyakarta. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, SLEMAN – Semarak Iduladha di DI Yogyakarta pada tahun lalu terasa hingga hari tasyrik terakhir. Di momen terakhir perayaan Iduladha itu, Global Qurban menyembelih ratusan domba terbaiknya di area Akademi Relawan Indonesia (ARI) binaan Aksi Cepat Tanggap di Sleman. Domba yang disembelih didatangkan dari Jawa Tengah dalam kondisi sehat serta melewati proses pengecekan kondisi. Dagingnya kemudian didistribusikan ke berbagai titik di Sleman dan sekitarnya. Sasaran utama penerima manfaat merupakan warga prasejahtera.

Tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) DI Yogyakarta sejak pagi telah berkumpul di ARI Sleman. Mereka hendak ambil bagian dalam aksi kemanusiaan itu. Di tempat yang sebelumnya berfungsi sebagai hunian nyaman terpadu (ICS) bagi warga terdampak letusan Merapi 2010 tersebut, awal distribusi kebaikan dari Global Qurban - ACTuntuk DI Yogyakarta dimulai.

Zaynul Muttaqin dari Global Qurban - ACT DI Yogyakarta mengatakan, tiga pekan sebelum Iduladha, domba sudah tiba di Yogyakarta dan dikandangkan di kandang yang disediakan di ARI. Satu hari sebelum penyembelihan, domba baru dikirim ke berbagai titik penyembelihan di Provinsi Yogyakarta. “Perawatan sebelum penyembelihan semuanya dilakukan di sini (ARI) hingga jadwal pemotongan tiba selama hari tasyrik,” jelasnya, Rabu (14/8/2019).

Di Rabu itu atau hari terakhir tasyrik, Global Qurban menyembelih sekitar 700 domba. Daging-daging kurbannya dinikmati masyarakat prasejahtera di sekitar ARI dan Sleman pada umumnya. Puluhan warga desa di sekitar ARI pun ikut terlibat. Momen tersebut tak hanya tentang mendapatkan daging kurban saja, tapi menjadi ajang silaturahmi antara relawan yang biasa melakukan pendidikan dan pelatihan di ARI dengan warga sekitar. Keterlibatan warga sekitar juga membuat proses penyembelihan hingga pendistribusian daging bisa lebih cepat.

DI Yogyakarta sendiri merupakan salah satu wilayah yang mendapatkan distribusi hewan kurban dari Global Qurban - ACT. Ini bukan tanpa alasan, pasalnya, daerah yang berada di bagian selatan Jawa ini tak sendikit menyimpan penduduk dengan keadaan ekonomi prasejahtera.

Saat tim ACTNews ikut mendistribusikan daging kurban langsung ke rumah-rumah warga, banyak di antara mereka yang mengaku tak setiap saat bisa mengonsumsi daging. Walau warga memiliki hewan ternak, hewan tersebut dijadikan tabungan yang sewaktu-waktu dijual ketika membutuhkan uang.

Keadaan ekonomi masyarakat di sana pun biasanya akan semakin terdesak ketika bencana datang, seperti kekeringan. Bencana yang nyaris datang setiap tahun, bahkan tahun 2019 lalu bertepatan dengan Iduladha, memaksa warga harus menjual harta bendanya, tak terkecuali hewan ternak, untuk ditukar dengan air bersih.

Pada Iduladha tahun ini, Global Qurban - ACT akan kembali menyapa warga prasejahtera di Provinsi DI Yogyakarta yang turut terkena dampak pandemi Covid-19. "Insyaallah, dengan dukungan berbagai elemen masyarakat juga tentunya," terang Kharis Pradana dari Tim Program Global Qurban - ACT DI Yogyakarta. []