Sembilan Hari tanpa Jeda, ACT Bantu Pulihkan Banjir Belitung

Sembilan Hari tanpa Jeda, ACT Bantu Pulihkan Banjir Belitung

ACTNews, BELITUNG TIMUR - Ingatan tentang datangnya banjir bandang itu bisa jadi tak bakal bisa lenyap. Derasnya banjir datang begitu tiba-tiba. Sudah lewat dua pekan sejak pertama kali banjir menerjang wilayah Kepulauan Belitung, mulai dari Kabupaten Belitung sampai Belitung Timur banjir mengepung ribuan rumah, air bah menenggelamkan rumah, pasar, sekolah dan fasilitas umum lain.

Kini, dua pekan setelah banjir, tinggal bagian rumah porak-poranda yang belum sempat dibereskan. Tinggal bangunan pasar yang masih lembab setelah terendam banjir hampir dua meter. Tinggal musola penuh lumpur yang belum seluruhnya dibersihkan. Tinggal bangunan sekolah yang belum bisa digunakan karena buku-buku sekolah ikut basah kena banjir. 

Padahal hari itu, hari ketika banjir bandang pertama kali datang adalah hari pertama masuk sekolah. Ahad (16/7) air bah datang menenggelamkan sebagian besar kawasan Kecamatan Gantung dan Kecamatan Manggar di Belitung Timur, kampung anak-anak Laskar Pelangi itu tenggelam hampir dua meter.

Baju sekolah basah, buku-buku yang sudah sempat disiapkan untuk hari pertama masuk sekolah, kini masih basah habis diterjang lumpur banjir.

Singkirkan lumpur dan duka, pulihkan Tanah Belitung

Jika dihitung sejak Selasa (18/7) hari pertama penetapan darurat banjir Belitung, berarti sudah berjalan sembilan hari belasan relawan-relawan gabungan dari tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bangka Belitung juga relawan dari daerah lain ikut berjibaku di medan banjir Belitung.

Khusus merespons banjir Belitung, Kusmayadi salah satu leader tim Disaster Emergency Response (DER) Aksi Cepat Tanggap (ACT) sengaja menggerakkan gabungan relawan dari berbagai daerah di sekitar Bangka Belitung.

“Melihat dampak banjir belitung yang besar dan luas, juga durasi pemulihan banjir yang butuh waktu lama, kami ajak relawan dari daerah lain di sekitar Bangka Belitung untuk ikut terlibat pulihkan Kecamatan Gantung dan Kecamatan Manggar di Belitung Timur,” kata Kusmayadi.

Merespons darurat banjir Belitung, ACT dan MRI gabungan berbagai daerah sudah memulai aksinya sejak tanggal 18 Juli, dua pekan lalu. Belasan tim relawan kompak menyelesaikan agenda-agenda pemulihan.

Mulai dari lumpur sampai mengembalikan keceriaan anak-anak Kampung Laskar Pelangi. Kusmayadi menjelaskan, aksi lengkap dilakukan di lokasi banjir terparah di Kecamatan Gantung, Belitung Timur.

“Kita mulai sejak emergency response, lalu berlanjut ke pendataan jumlah kerusakan infrastruktur umum, dapur umum, operasi pembersihan lumpur banjir di musola dan rumah warga, sampai aksi trauma healing memulihkan bahagia anak-anak Gantung setelah rumah dan sekolahnya kena banjir besar,” papar Kusmayadi.

Hingga kabar ini diunggah, upaya ACT untuk memulihkan lokasi terdampak banjir Belitung masih terus dilakukan. Kusmayadi mengatakan, fokus aksi dipusatkan di Kecamatan Gantong, kampungnya anak-anak Laskar Pelangi.

“Kebutuhan mendesak yang perlu disegerakan berupa bantuan pakaian sekolah untuk anak-anak (Kecamatan) Gantong dan anak-anak (Kecamatan) Manggar. Buku-buku sekolah mereka juga habis semua. Alat tulis juga sangat diperlukan,” pungkas Kusmayadi.  []

Tag

Belum ada tag sama sekali