Sembilan Humanity Water Tank Pasok Air Bersih di Karawang

Sudah empat bulan, warga Kabupaten Karawang mengalami kesulitan air bersih. Aksi Cepat Tanggap Bodekasi pun menyuplai kesediaan air bersih di sembilan titik Kabupaten Karawang.

Sembilan Humanity Water Tank Pasok Air Bersih di Karawang' photo

ACTNews, KARAWANG – Sembilan armada Humanity Water Tank Aksi Cepat Tanggap sudah disiapkan di depan kantor pemerintahan Kabupaten Karawang sejak dini hari. Masing-masing armada itu akan menuju ke sembilan titik yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (2/9).

Empat kecamatan yang dituju yakni Kecamatan Pangkalan, Tegalwaru, Ciampel, dan Telukjambe Barat. Kepala Cabang ACT Bodekasi Catur Widodo mengatakan, pendistribusian air bersih kali ini diprioritaskan pada wilayah yang paling parah terdampak kekeringan. “Sembilan armada yang kita siapkan berkapasitas empat ribu sampai delapan ribu liter. Total air bersih yang kami distribusikan hari ini sekitar 70 ribu liter,” jelas Catur, Senin (2/9).

Air bersih dibagikan langsung kepada warga di sejumlah desa di empat kecamatan tersebut. Pondok Pesantren Jami’atul Khoeriyah menjadi salah satu penerima manfaat air bersih hari itu.


“Kalau tidak ada bantuan air bersih, biasanya kami ambil dari sumur. Mandi dan mencuci di sana, itu pun harus bergantian dengan warga,” cerita Lala, salah seorang santri. Viona, santri Pondok Pesantren Jamiatul Khoeriyah yang lain mengaku, dengan adanya bantuan air ini, para santri setidaknya tidak perlu mengantre air bersama warga dalam wakttu beberapa hari.

Muhammad Badarudin selaku Ketua Yayasan Pondok Pesantren Jamiatul Khoeriyah mengaku, dalam sehari seluruh warga di pesantren yang berjumlah 325 orang bisa menghabiskan hingga 20.000 liter air. Pada kondisi kemarau kali ini, pemakaian air pun dibatasi hanya sekitar 10 liter untuk semua warga, baik pengurus maupun santri.

Pertengahan Juni lalu, Badan Penanggaulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan, Kabupaten Karawang mewaspadai kekeringan pada musim kemarau ini. Ketiga kecamatan yang paling berpotensi kekeringan adalah Pangkalan, Tegalwaru, dan Ciampel.[]

Bagikan