Semeru Masih Siaga III, Warga Diminta Tetap Waspada

Gunung Semeru masih berstatus siaga. Masyarakat diimbau untuk menjauh dari kawasan rawan bencana seperti lembah dan sungai aliran lahar.

mitigasi erupsi semeru
Pantauan Kondisi Semeru hari ini. (PVMBG)

ACTNews, LUMAJANG – Gunung Semeru di Lumajang hingga saat ini masih berada di level III atau siaga. Masyarakat masih diminta menjauh dan tidak beraktivitas di daerah sekitar aliran sungai jalur lahar.  

Hasil pantauan PVMBG pada Kamis (10/2/2022), asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah utara dan timur laut. 

“Suhu udara sekitar Gunung Semeru 21-28°C.Teramati letusan dengan warna asap putih kelabu, tinggi asap kurang lebih 500 meter ke arah utara,” terang Mukdas Sofian Petugas Pos Pantau Gunung Semeru dalam laporannya, Kamis (10/2/2022).

Pada hari ini, Gunung Semeru mengalami 81 kali gempa erupsi dengan amplitudo 10-24 mm, 16 kali gempa Hembusan dan 7 kali gempa Harmonik. PVMBG mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). 

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” lanjut Mukdas. 

Selain itu, warga juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). Selanjutnya agar mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.[]