Semiati Harapkan Usaha Kerupuknya Kembali Bangkit

Semiati dulu bukan sekedar menjajakan kerupuk. Ia juga memproduksi sendiri kerupuk yang dijualnya. Suatu hari, kebakaran yang menghanguskan rumah turut menghancurkan alat produksi kerupuk milik Semiati.

Semiati (55) pedagang kerupuk di pasar Karya Utama, Kota Surabaya. (ACTNews)

ACTNews, SURABAYA – Berjualan di Pasar Karya Utama, Kota Surabaya, menjadi keseharian Semiati (55). Semangatnya tak pernah urung untuk mencari nafkah, meski ia kini hidup seorang diri dan telah  ditinggal suami meninggal beberapa waktu silam.

Semiati dulu bukan sekedar menjajakan kerupuk. Ia juga memproduksi sendiri kerupuk yang dijualnya.

Suatu hari, kebakaran yang menghanguskan rumah turut menghancurkan alat produksi kerupuk milik Sumiati. Ia tak mampu lagi membeli gantinya sehingga kini hanya berjualan kerupuk produksi orang.

"Saya kehilangan tempat tinggal, sekarang harus mengontrak dengan uang yang tersisa. Tidak ada anak, juga keluarga lain yang bisa dimintai bantuan," kata Sumiati kepada tim Global Wakaf-ACT Jawa Timur.

Dari berjualan kerupuk di pasar, Semiati bisa mendapat penghasilan sebesar Rp 50 ribu rupiah setiap hari. Namun, lagi-lagi cobaan itu datang. Sejak pandemi, penghasilannya tidak menentu.

"Saya berharap ada dukungan modal untuk kembali memproduksi kerupuk sehingga saya tidak perlu ambil dari orang lain," doanya.

Bukan hanya Semiati, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pandemi membuat 60 persen dari 25.256 pelaku usaha mikro butuh bantuan modal. Keadaan ini juga telah direspons Global Wakaf-ACT. Sejak Agustus 2020 lalu, Global Wakaf-ACT berikhtiar memberikan dukungan modal melalui Wakaf Modal Usaha Mikro.

Wahyu Nur Alim dari Global Wakaf-ACT menjelaskan, Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia menjadi salah satu hulu dari Gerakan Sedekah Pangan Nasional yang tengah diinisiasi ACT dan Global Wakaf.

"Melalui gerakan ini, Global Wakaf-ACT berharap dapat membangkitkan hulu pangan, yakni para produsen, hingga di hilirnya untuk membantu masyarakat prasejahtera yang membutuhkan bantuan pangan. Salah satu langkah kami adalah membantu para pelaku usaha mikro di bidang pangan," jelas Wahyu.

Sahabat Wakaf bisa mendukung kemajuan usaha mikro seperti yang dijalankan Semiarti, antara lain dengan memberikan sedekah terbaik melalui berbagai program wakaf di Indonesiadermawan.id.[]