Sempat Terhenti karena Banjir, Produksi Roti Fatmawati Siap Berjalan Kembali

Usaha Fatmawati (40) yang sehari-hari biasa memproduksi roti, kini terkendala pascabanjir karena warung yang tutup dan mesin produksi yang rusak.

Produksi roti Fatmawati.
Fatmawati di ruang produksi roti miliknya. (ACTNews)

ACTNews, BANJARMASIN – Selama 15 tahun, usaha pembuatan roti Fatmawati (40) dapat membuatnya memenuhi kebutuhan hidup. Tak hanya ia sendiri, kedua anaknya juga menikmati hasil dari usahanya itu. Sebuah panggangan besar di rumahnya menjadi sumber pendapatan warga Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin ini.

Biasanya ia menitipkan roti-roti  buatannya di warung langganan. Tetapi nahas, bencana banjir hampir merata menerjang di Kalimantan Selatan pada awal Januari lalu. Warga masih berbenah, sehingga aktivitas masyarakat pun belum pulih sepenuhnya.

Tak sampai di situ, Fatmawati yang juga terdampak banjir harus menerima mesin pembuat rotinya ikut terendam. Diduga bagian bearing mesin roti yang mengalami kerusakan. Kedua masalah tersebut menyebabkan produksinya kini harus menurun dari biasanya sehingga pendapatannya juga terimbas.


Produksi roti Fatmawati. (ACTNews)

“Habis banjir banyak warung yang enggak buka seperti biasa. Mungkin karena jalannya juga masih banyak yang tergenang. Terus kemarin juga mesinnya kerendem jadi rusak,” jelas Fatmawati pada Ahad (7/2/2021) lalu.

Global Wakaf – ACT membantu Fatmawati kembali untuk menjalankan usahanya dengan menyalurkan Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia (UMI). “Dengan bantuan modal usaha yang diterima Ibu Fatmawati, akan ia gunakan unuk memperbaiki mesin roti sehingga produktivitasnya bisa meningkat kembali,” kata Moch. Nurul Ramadhan dari Tim Global Wakaf – ACT.


Selain bantuan untuk Fatmawati, Global Wakaf – ACT juga saat ini tengah berikhtiar menghidupkan kembali para pelaku usaha mikro di Kalimantan Selatan. “Semenjak banjir melanda, tentunya banyak pelaku usaha yang terpaksa merugi bahkan berhenti sama sekali. Komitmen kami adalah untuk memulihkan kembali usaha yang terdampak. Oleh karenanya kami juga mengajak para dermawan untuk mewujudkan ikhtiar ini melalui wakaf terbaik,” ujar Nurul.

Wakaf Modal UMI juga menjadi salah satu hulu dari Gerakan Sedekah Pangan Nasional dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) berkolaborasi dengan Global Wakaf. Melalui gerakan ini, harapannya dapat membangkitkan kedaulatan pangan di masyarakat mulai dari hulu, yakni para produsen, hingga di hilirnya untuk membantu para penerima manfaat yang membutuhkan. []