Senantiasa Berbagi Kurban ke Pelosok Negeri

Bagi sejumlah pekurban, dapat berbagi daging kurban setiap tahun hingga ke pelosok negeri adalah kenikmatan tersendiri. Beberapa dermawan pun membagikan pengalamannya berkurban selama hampir sepuluh tahun berturut-turut berkurban di Global Qurban.

Iduladha tahun 2019, Global Qurban - ACT mengantarkan kurban para dermawan ke daerah tanpa listrik di Desa Golong Awan, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur. Warga bergotong royong menyembelih hewan kurban dan membagikan daging kurban ke warga desa. (ACTNews/Gina Mardani)

ACTNews, JAKARTA, PASURUAN – Iduladha tahun ini menjadi tahun ketujuh Yuni Yanti (50) berkurban di Global Qurban - ACT. Sejak 2013 lalu, namanya sudah tercatat sebagai pekurban. Karyawati yang tinggal di Jakarta Selatan ini mengaku, ia berikhtiar setiap tahun menyisihkan sebagian rezeki agar tetap bisa berkurban. “Membersihkan harta juga, ingin berbagi kepada yang membutuhkan,” akunya kepada ACTNews, Selasa (28/7).

Yuni sebenarnya tidak ingat pasti sejak kapan ia memercayakan kurbannya ke Global Qurban - ACT. Ia tidak pernah mengingat-ingat. Yuni hanya menabung setiap tahunnya untuk menunaikan kurban. “Wah sudah lama ya ternyata?” lanjutnya sambil mengingat.

Perkenalannya dengan Global Qurban – ACT diawali dengan menjadi donatur. Lalu, setelah tahu ACT juga menyalurkan kurban hingga ke pelosok negeri, Yuni pun berpartisipasi.


Daging kurban juga dinikmati warga penyintas bencana di Lombok. (ACTNews/Reza Mardhani)

Menurutnya, kurban bertahun-tahun di Global Qurban - ACT sangat membantunya menunaikan ibadah kurban. Ia tidak perlu repot ke pelapak dan mencari hewan kurban, harga terjangkau, dan pelaporan pasti. “Kemudahan itu yang saya suka. Apalagi ketika kurban saya sampai ke daerah-daerah pelosok,” ceritanya.

Cerita senada juga diakui Kumaiyah (61), pensiunan asal Pasuruan Jawa Timur. Persis seperti Yuni, nama Khumaiyah terdaftar sebagai pekurban di Global Qurban - ACT sejak 2013 hingga Iduladha tahun ini. Ia mengaku, berkurban di Global Qurban - ACT amat mudah dan tepat sasaran.

“Saya baca dan lihat, banyak masyarakat di pelosok negeri yang jauh dari kota hanya makan daging setahun sekali. Sebab itu, saya ingin berkurban untuk mereka. Kalau di lingkungan tempat tinggal saya, alhamdulillah masih bisa makan dan membeli daging beberapa kali dalam setahun,” ungkap Khumaiyah.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, Khumaiyah berharap lebih banyak masyarakat yang menikmati daging kurban. Iduladha kurang tiga hari lagi, Khumaiyah juga menyampaikan selamat bertugas untuk tim dan relawan Global Qurban - ACT yang bertugas mendistribusikan daging kurban tahun ini. “Semoga amanah dan sehat selalu,” pungkas Khumaiyah.[]