Senyum Ii Kartika Menyambut Rumah Baru

Setelah proses pembangunan kurang lebih 2 bulan lalu, rumah Ii Kartika kini mulai terlihat bentuknya. Ii pun terlihat bersemangat ikut membantu pembangunan rumahnya tersebut pada Jumat (15/5) lalu.

Ibu Ii dan anaknya sedang berjibaku membantu proses pembangunan. (ACTNews/Bayu Wahyudien)

ACTNews, TASIKMALAYA – Ii Kartika (53) sibuk berjibaku membantu mengangkut bahan bangunan bersama dengan masyarakat lainnya yang ikut bergotong-royong dalam pembangunan rumahnya. Ia sangat bersemangat mengetahui rumah lamanya akan akan segera diperbaiki.

Rasa senang yang tercurah itu wajar mengingat wanita yang merupakan warga Desa Cimanggu, Sukaresik, Tasikmalaya ini sudah bertahun-tahun berjuang seorang diri menjadi orang tua tunggal bagi keenam anaknya. Mereka bahkan tinggal di rumah yang nyaris roboh.


Rumah tidak layak huni itu berukuran 6 x 8 meter. Dindingnya yang terbuat dari bilik bambu terlihat sudah berlubang. Beberapa tiang penyangga hadir sebagai penopang rumahnya yang bisa roboh kapan pun. Ia sempat meninggalkan rumahnya karena khawatir roboh dan pindah ke salah satu rumah kosong yang dipinjamkan tetangganya. Namun mereka kebingungan saat rumah yang dipinjamkan tersebut akan dijual oleh pemiliknya.

Berbeda dengan saat ini, hanya bahagia yang dirasakan oleh Ii dan keenam anaknya. Pasalnya, rumah yang ia tempati sedang direnovasi agar layak huni. M. Fauzi Ridwan dari Tim Program ACT Tasikmalaya mengatakan, pembangunan ditargetkan akan selesai sebelum hari raya Idulfitri.


Proses pembangunan rumah Ii. (ACTNews/Bayu Wahyudien)

“Mengingat beliau juga saat ini tinggal di rumah tetangganya, jadi pembangunan kami targetkan selesai cepat. Harapannya bisa selesai sebelum Idulfitri agar Ibu Ii dan keluarganya bisa segera menempati rumahnya sendiri. Mohon doanya semoga pembangunan berjalan dengan lancar,” ungkap Fauzi, Jumat (15/5) lalu.

Saking bahagianya, Ii mengiringkan doa bersama ucapan terima kasihnya kepada ACT serta para dermawan yang turut membantunya. “Jazakallahu khairan wa jazakallah ahsanal jazaa untuk tim ACT dan semua orang yang membantu proses pembangunan rumah saya ini. Selain itu juga untuk bapak ibu dermawan semoga selalu ada dalam kesehatan dan keberkahan Allah. Saat ini saya dan anak saya akan menempati rumah buah dari kebaikan dan kedermawanan bapak dan ibu semua, terima kasih,” ungkap Ii dengan mata berkaca-kaca.

Pembangunan rumah sendiri telah dimulai sejak sekitar 2 bulan yang lalu. Penggalangan dana telah dilakukan semenjak tahun 2019 lalu. Ketika bertemu dengan tim ACT, Ii belum lama ditinggal  meninggal suaminya. Ii saat itu masih tinggal di rumahnya yang hampir roboh dan tidak mempunyai banyak pilihan sebab penghasilannya sebagai buruh tani tak menentu. []