Sepaket Roti yang Amat Berarti

"Andai saja kami tidak menerima roti dari kalian, mungkin kami sudah mati kelaparan,” cerita salah satu pengungsi Suriah di Salaqin, Idlib Utara.

Sepaket Roti yang Amat Berarti' photo
Anak-anak Suriah di kamp pengungsian menerima bantuan paket khobz. (ACTNews)

ACTNews, IDLIB UTARA, IDLIB TIMUR – Ahmad baru saja usai melaksanakan salat isya di masjid pada Ahad malam di pekan pertama November lalu. Seharian tadi, ia membagikan hingga seribu khobz untuk pengungsi di wilayah Salaqin, Idlib Utara, Suriah. Lelah yang diiringi niat lillahi membawanya pada kegembiraan hati.

Saat bergegas pulang, ia melihat dua orang anak kecil di temaram kota Salqin yang tanpa lampu jalan, tepatnya di salah satu aliran parit pinggir pasar. Satu anak sibuk memegang senter, sedangkan yang satunya lagi sedang mengais-ngais sesuatu.

Kedua anak itu terkejut dengan kedatangan Ahamd. ”Kami sedang mengumpulkan tomat, kentang, wortel busuk, ataupun yang terbuang sehabis pasar di siang hari,” jawab salah satu anak. Setelah usai mencari sayur-sayuran, Ahmad meminta izin untuk mengantarkan mereka pulang. “Di mana bapak kalian?" tanya Ahmad. Kedua anak itu menjawab dengan lirih, namun tegar, ”Bapak kami telah syahid".

Rupanya mereka tinggal dengan ibu dan dua saudara mereka yang lain. Mereka berlima menyewa tempat di lantai loteng suatu apartemen tua–dengan langit-langit yang rendah hampir menyentuh kepala orang dewasa. Setelah sedikit berbincang, Ahmad tahu bahwa mereka adalah penerima manfaat tetap khobz yang dibagikan Ahmad setiap hari selama ini.

“Andai saja kami tidak menerima roti dari kalian, mungkin kami sudah mati kelaparan. Beginilah kami hidup, roti dari kalian kami makan bersama sisa-sisa sayur dan buah yang anak-anak dapat dari mengais sampah-sampah pasar setiap harinya,” ungkap sang ibu. Hati Ahmad luluh. Tidak kuat rasanya mendengar perkataan itu semua. Ia pun ingin menyampaikan kabar baik itu kepada dermawan di Indonesia.


Anak-anak Suriah di kamp pengungsian menerima bantuan paket roti. (ACTNews)

Pendistribusian roti dan paket pangan merupakan program rutin ACT untuk membantu para pengungsi Suriah. November ini, paket pangan juga dilengkapi bantuan makanan untuk bayi. Firdaus Guritno dari Global Humanity Response (GHR) – ACT mengatakan, paket pangan November ini menjangkau sejumlah kamp pengungsian, mulai dari Idlib Utara dan Idlib Timur.

“Distribusi kali ini menjangkau Kamp Mavi di harem dan Kamp Abu Thalha di Salqin di Idlib Utara, Kota Idlib, dan wilayah Saraqib di Idlib Timur,” terang Firdaus. November ini, total ada 336 kepala keluarga penerima paket pangan dan 34.000 kepala keluarga penerima paket roti. Mereka adalah para pengungsi internal yang memiliki balita. Hingga kini distribusi bantuan pangan masih terus berlangsung. []

Bagikan