Sepanjang 2021, Bantuan Sahabat Dermawan Kembali Bangun Kehidupan Palestina

Ratusan program kemanusiaan yang dilakukan Aksi Cepat Tanggap sepanjang 2021 untuk Palestina adalah wujud kebaikan Sahabat Dermawan. Semangat kedermawanan tahun ini diharapkan menjadi pemantik kedermawanan tahun mendatang: “bantuan apa lagi yang bisa kita berikan untuk Palestina?”

aksi act di palestina
Salah satu bantuan Sahabat Dermawan untuk Palestina tahun 2021 adalah pembangunan Wakaf Rumah Palestina di Gaza pada Maret. (ACTNews)

ACTNews, GAZA, TEPI BARAT– Aksi Cepat Tanggap mengawali langkah kemanusiaan di awal tahun 2021 dengan program  layanan medis. Tim medis ACT mendatangi rumah pasien di Jabalia, Beit Hanoun, dan Beit Lahia di Gaza Utara untuk pemeriksaan kesehatan dan pengobatan.

Bantuan medis segera disusul dengan bantuan musim dingin yang masih berlangsung pada Januari itu.

Sebulan kemudian ACT membuka kantor representatif di Gaza. Kehadiran kantor di Gaza membuat program-program reguler berjalan lebih maksimal.

Awal Maret 2021, ACT memulai salah satu mega proyek Wakaf Rumah Palestina . Peletakan batu pertama dilakukan di Jorn Al Nazalowa, Jabalia, Gaza Utara. Bentuk bangunan diproyeksikan terdiri dari beberapa gedung seluas 317 meter perseg dan 20 unit flat.

ACT melengkapi bantuan-bantuan di triwulan pertama dengan menggaungkan program Sister Family Palestine Indonesia (SFPI) pada bulan April. Melalui program ini, ACT menjadi mempersaudarakan keluarga Palestina dan Indonesia sebagai donor. Sejumlah 160 keluarga Palestina mendapat bantuan untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Pada bulan April pula Ramadan 1442 Hijriah tiba. Momentum itu dimanfaatkan ACT untuk lebih masif menyalurkan bantuan kemanusiaan seiring bantuan Sahabat Dermawan yang terus bertambah antara lain dukungan santapan sahur dan iftar untuk masyarakat Palestina di Gaza dan Tepi Barat.

Satu bulan kemudian, ikhtiar Sahabat Dermawan dan ACT membangun kembali Palestina harus menghadapi ujian. Israel melakukan agresi militernya ke Gaza pada 10 Mei 2021. Kejahatan kemanusiaan itu berlangsung 11 hari dan mengakibatkan 248 warga Palestina meninggal dunia, 1.710 orang luka-luka, dan 16.800 unit rumah rusak.


Ambulans Dermawan mengevakuasi korban serangan di Gaza. (ACTNews)

Bantuan kemanusiaan darurat pun segera ACT masifkan untuk warga Gaza, mulai dari medis, layanan ambulans, hingga distribusi air dan makanan siap saji. Aksi tersebut dilakukan hampir setiap hari.

Menceritakan kembali peristiwa tersebut, Direktur Global Humanity Response ACT Andi Noor Faradiba menerangkan, bantuan kemanusiaan saat itu terus berlanjut ke tahap pemulihan. ACT menyewa dua gedung apartemen, untuk sebagai hunian sementara bagi warga Gaza yang kehilangan rumah karena misil Israel.

ACT punmenambah jumlah Klinik Indonesia di Gaza. Empat klinik mulai diaktivasi pada Juni 2021. Sejak saat itu, lebih banyak masyarakat di Gaza yang mendapatkan perawatan dan pengobatan gratis. 

Selain program-program medis, bantuan di fase pemulihan juga disertai pemulihan ekonomi. Gerobak motor wakaf diberikan untuk puluhan warga yang kehilangan pekerjaan.

"Kami juga menghadirkan wakaf modal usaha untuk para petani Gaza. Usai serangan Israel memorak-porandakan lahan pertanian di Gaza, kami berharap bantuan ini bisa membantu kembali petani bercocok tanam,” kata Faradiba.

Melaluii Global Wakaf ACT juga selesai membangun Lumbung Air Wakaf yang memproduksi 250 ribu liter air per hari. Pabrik air minum kemasan ini diikhtiarkan menyudahi krisis air berkepanjangan di Gaza.

Proyek besar lainnya adalah pengadaan Wakaf Kapal Ikan Palestina. Salah satunya menjadi kapal nelayan terbesar di Gaza. Wakaf kapal ini akan diberikan untuk nelayan miskin Gaza.

Sepanjang tahun 2021, lebih dari 1.000.000 penerima manfaat di Palestina terbantu dengan 400 aksi kemanusiaan yang dilakukan ACT bersama Sahabat Dermawan. "Tahun 2022 nanti, kami ingin mengajak Sahabat Dermawan untuk tetap membersamai Palestina. Kita berharap agar kebaikan ini terus berjalan. Kita pulihkan lagi, lagi, dan lagi Palestina,” tutup Faradiba.[]