Sepekan Lebih Banjir Rendam Kampar

Sepekan Lebih Banjir Rendam Kampar

Sepekan Lebih Banjir Rendam Kampar' photo

ACTNews, KAMPAR - Lebih dari sepekan sudah Kecamatan Siak Hulu di Kabupaten Kampar, Riau terendam banjir. Air berasal dari Sungai Kampar yang membentang di kabupaten itu. Akibatnya, hingga Selasa (18/12), beberapa desa masih terendam banjir, khususnya yang berada di tepian sungai yang memiliki ombak yang dikenal dengan bono itu.

Dari data yang dihimpun tim Masyarakat Relawan Indonesia-Aksi Cepat Tanggap (MRI-ACT), sedikitnya 950 kepala keluarga terdampak banjir dari sungai yang berhulu di Bukit Barisan, Sumatera Barat ini. Wilayah terparah ada di Desa Tanjung Balam dengan 725 jiwa harus meyelamatkan dirinya. “Warga di sini tidak mengungsi ke sanak-saudara atau tempat lain, mereka memilih bertahan di lantai atas rumahnya masing-masing,” ungkap Manahan R Nasution dari tim MRI-ACT Riau, Selasa (18/12).

Seorang balita dan satu orang dewasa dilaporkan terseret arus banjir dan belum ditemukan, seperti yang disampaikan dalam rilis resmi Kantor Desa Tanjung Balam. Selain warga yang terdampak, ratusan hektare perkebunan masyarakat terendam banjir. Sementara ratusan hewan ternak warga telah diungsikan. Fasilitas umum seperti masjid, puskesmas, sekolah sampai kantor desa tak luput dari banjir.

Tak hanya Siak Hulu, kecamatan lain di tepian Sungai Kampar juga terendam banjir. Di Gunung Salihan, tinggi air di daratan mencapai 150 sentimeter. Kecamatan Kampar kiri terdata 486 rumah terendam banjir. Sedangkan kecamatan lain yang terendam banjir adalah Kampar Utara, Kampar, dan Rumbio Jaya. “Banjir di sini hampir merendam satu kabupaten yang dialiri Sungai Kampar,” kata Manahan.

 

Merespons banjir itu, tim MRI dan ACT dalam sepekan ini terus melakukan pemantauan terhadap warga yang terdampak banjir. Dibantu perahu kecil milik warga, relawan MRI-ACT juga mendistribusikan logistik, makanan dan keperluan lainnya. “Makanan berupa beras, minyak goreng, hingga biskuit kami kirim rutin. Ini yang masih dibutuhkan para warga terdampak,” pungkas Manahan. []

Bagikan