Sepekan Longsor Kebumen, Bantuan Kemanusiaan Terus Dampingi Para Korban

Hari keenam pascamusibah longsor di Desa Kalijering, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen, ACT, MRI Kebumen, Basarnas serta tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban meninggal dunia.

Longsor Kebumen
Tim SAR kembali menemukan korban meninggal dunia di hari keenam pencarian. (ACT News)

ACTNews, KEBUMEN – Satu korban meninggal akibat bencana longsor Kebumen kembali ditemukan tim SAR gabungan pada Ahad (14/2/2021). Koordinator Tim Program Aksi Cepat Tanggap Purwokerto Rama Fardiansyah menerangkan, korban adalah warga Desa Kalijering, Kecamatan Padureso, berinisial J berusia 48 tahun. Sebelumnya, anggota Masyarakat Relawan Indonesia-Aksi Cepat Tanggap, Kevin, yang tergabung dalam tim SAR gabungan berhasil menemukan dua korban perempuan. “Semua korban ditemukan dalam meninggal dunia," terang Rama.


Selain membantu evakuasi, ACT Purwokerto juga mendistribusikan bantuan logistik untuk para korban yang mengungsi. Rama menjelaskan, saat ini sejumlah relawan MRI-ACT terus melakukan asesmen guna mengetahui kebutuhan warga.


"Insyaallah, kita masih akan mendukung kebutuhan logistik para pengungsi, juga menyediakan pelayanan kesehatan gratis. Kami juga akan memantau penanganan tujuh rumah terdampak longsor, apabila diperlukan penggalangan kepedulian untuk membangun hunian nyaman terpadu, maka akan kami lakukan di masa pemulihan," lanjut Rama.


Berdasarkan data BPBD Kebumen saat ini ada 52 KK atau 121 jiwa yang menjadi korban. Mereka di antaranya 100 orang dewasa, 17 anak–anak, dan 4 balita.


Tanah longsor terjadi di Kebumen pada Selasa (9/2/2021). Hujan lebat di wilayah Desa Kalijering mengakibatkan tebing setinggi ratusan meter itu roboh menimpa permukiman warga. Berdasarkan data yang dihimpun ACT, Purwokerto, tujuh rumah rata dengan tanah, hewan peliharaan warga, lima unit sepeda motor, dan lahan milik warga.[]