Sepekan Terakhir, ACT Terus Upayakan Pemulihan Gaza

Setelah sebelumnya bantuan yang bersifat darurat seperti kebutuhan medis, pangan, hingga air bersih, telah disampaikan kepada warga Gaza, selanjutnya ACT bersama Global Wakaf akan membangun Gaza melalui program-program wakaf seperti rekonstruksi tempat tinggal dan rumah ibadah.

lumbung air gaza
Ilustrasi. Air Minum Wakaf produksi Lumbung Air Wakaf sedang dinikmati oleh seorang anak Gaza. (ACTNews)

ACTNews, GAZASerangan Israel ke Gaza, memberikan dampak kehancuran yang luar biasa kepada warganya. Untuk itu, ACT masih terus berupaya menyalurkan bantuan terbaik untuk pemulihan Gaza. Setelah di fase sebelumnya bantuan yang bersifat darurat seperti medis, pangan, hingga air bersih telah disampaikan, selanjutnya ACT bersama Global Wakaf akan menggencarkan pembangunan Gaza, seperti rekonstruksi tempat tinggal dan rumah ibadah.

Sepekan terakhir, ACT memulai perencanaan untuk merekonstruksi tempat tinggal dan rumah ibadah di Gaza yang hancur dihantam misil pesawat tempur Israel. Tim ACT Palestina sudah melakukan assesment terkait rumah-rumah dan musala serta masjid yang akan direkonstruksi dan pembangunan direncanakan akan dimulai dalam beberapa waktu ke depan.

Tak hanya rekonstruksi bangunan, bantuan jangka panjang juga hadir dalam berbagai program wakaf Palestina. Lumbung Air Wakaf akan hadir untuk menyediakan air minum gratis kepada ribuan warga Gaza. Dibangun di tanah dengan luas 500 meter persegi di timur Jabalia, Gaza Utara, Lumbung Air Wakaf nantinya mampu memproduksi hingga seribu botol air mineral setiap harinya.

Begitupun dengan Kapal Ikan Wakaf Palestina. Proses perakitannya masih terus dilakukan. Nantinya, kapal-kapal ini ditargetkan dapat memberdayakan keluarga-keluarga nelayan di pesisir Gaza.

Sementara itu, program wakaf Palestina lainnya seperti pengadaan gerobak dan warung wakaf untuk para pelaku usaha mikro di Gaza, masih terus diupayakan. Dengan pengadaan gerobak dan warung, ekonomi di Gaza diharapkan akan mengalami perbaikan, setelah sebelumnya porak-poranda karena pandemi Covid-19 dan serangan zionis Israel. []