Sepekan Terakhir, Bantuan di Sektor Medis untuk Gaza Masif Diberikan

Pekan ini, bantuan di sektor medis menjadi yang paling banyak diimplementasikan untuk masyarakat Gaza, Palestina. Bantuan tersebut meliputi, penambahan unit ambulans pre-hospital dan empat klinik Indonesia di Gaza.

ambulans palestina act
Tim medis dan ambulans ACT di Gaza tengah membawa pasien ke rumah sakit. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Sepekan terakhir, Aksi Cepat Tanggap (ACT) banyak mengimplementasikan bantuan kemanusiaan di bidang medis bagi masyarakat Gaza. ACT kembali menambah unit ambulans pre-hospital sebanyak dua unit. Armada tersebut kini tengah memasuki tahap penambahan perlengkapan penunjang seperti sirine, lampu, dan pelapis alumunium di bagian luar.

Selain ambulans, ACT mengaktivasi empat Klinik Indonesia di Kota Gaza, Gaza Tengah, Khan Yunis dan Raffah. Klinik-klinik tersebut semakin memasifkan layanan medis ACT yang sebelumnya hanya ditunjang oleh satu klinik di Gaza Utara.

Para dokter di Klinik Indonesia pun terbagi menjadi dokter umum dan spesialis,. Firdaus Guritno dari Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap menjelaskan, klinik di Kota Gaza bahkan memfasilitas klinik anak, fisioterapi dan pusat rehabilitasi.

“Setiap klinik insyaallah dapat menampung hingga 1.000 pasien per bulan. Sehingga, jika lima klinik dari ACT ini aktif secara bersamaan, akan dapat memberi layanan medis untuk 5.000 pasien,” jelas Firdaus, Sabtu (18/6/2021).

Sementara pada sektor nonmedis, ACT tengah berupaya memasifkan distribusi bantuan makanan siap santap dan air bersih. Firdaus menjelaskan, pekan ini, ACT menambah masing-masing dua unit Mobile Water Tank dan Humanity Food Truck. Tiap unit akan bertugas di kegubernuran tertentu di Gaza sehingga distribusi bantuan semakin meluas.

Sementara itu, Rumah wakaf Palestina tengah masih dalam proses pengerjaan. Bangunan yang didirikan di wilayah Jabalia itu disiapkan untuk keluarga Gaza yang kehilangan tempat tinggal. Tidak lupa, di pesisir Gaza, tim ACT Palestina mulai sibuk mempersiapkan bahan-bahan pembangunan kapal ikan wakaf. Kapal-kapal ini nantinya akan diberikan untuk keluarga nelayan di Gaza yang telah lama hidup di bawah garis kemiskinan.[]