Sepenuh Hati Melayani Warga Ende yang Jauh dari Akses Kesehatan

Selama seminggu, tim medis ACT memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat di Kabupaten Ende, NTT.

Sepenuh Hati Melayani Warga Ende yang Jauh dari Akses Kesehatan' photo
Relawan medis ACT drg. Refitia Inayah Putri memeriksa kesehatan balita di Kepulauan Ende NTT, Sabtu (8/2). (ACTNews/Muhajir Arif Rahmani)

ACTNews, ENDE – Satu pekan Tim Medis ACT memberikan layanan kesehatan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak Jumat (7/2) hingga Rabu (13/2), masyarakat setempat mengikuti penyuluhan gizi dan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi ACT dengan Mondelez International. 

Layanan medis tersebut menyasar warga di pelosok Kabupaten Ende yang masih sulit mendapatkan akses kesehatan. Misalnya saja warga di wilayah pegunungan dengan akses jalan yang terjal dan rusak hingga pulau-pulau yang aksesnya hanya bisa dilalui dengan menggunakan transportasi laut. Sella Eka Yuliaputri dari Tim Medis ACT mengungkapkan, aksi yang dilakukan memang harus tepat sasaran karena mereka sangat membutuhkan layanan kesehatan. 

“Alhamdulillah layanan medis yang kami gelar selama sepekan ini telah rampung. Untuk program kolaborasi dengan Mondelez International ini sudah dimulai sejak enam bulan lalu. Insyaallah, kami berencana akan meneruskan program berikutnya karena masih banyak masyarakat di wilayah terpencil yang membutuhkan program ini,” ujarnya. Sella menambahkan, masyarakat di pelosok Ende masih sangat membutuhkan edukasi kesehatan, terutama tentang tumbuh kembang anak.


Anak-anak di SDN Ekoreko menerima paket perlengkapan sekolah berupa seragam dan alat tulis. Bantuan tersebut dibagikan dalam layanan kesehatan yang dilakukan Aksi Cepat Tanggap Jumat (7/2) sampai Rabu (13/2). A(CTNews/Muhajir Arif Rahmani)

Hal tersebut dikonfirmasi Kepala Desa Tendambonggi Ignasius Saba. Saba mengungkapkan, warganya masih sangat membutuhkan perhatian medis. “Hal yang menjadi kesulitan warga kami dalam layanan kesehatan adalah saat keadaan darurat. Kalau ingin berobat ke Puskesmas Ndetundora, kami harus menempuh jalan 20 kilometer. Kalau harus dirujuk ke rumah sakit, kami harus menempuhnya dengan jarak 42 kilometer dengan keadaan jalan yang kurang bagus,” ungkapnya.

Sementara itu, hanya ada satu pondok bersalin desa (polindes) dan satu pondok pelayanan terpadu (posyandu) di Desa Tendambonggi. “Polindes baru dibangun tiga tahun yang lalu, kemarin masih bergabung dengan Desa Tinabani. Alat-alat kesehatan dan tim medis masih kurang. Makanya kami sangat bahagia dan antusias menerima bantuan dari ACT dan Mondelez International. Kami berharap partisipasi ACT terhadap peningkatan kesehatan masyarakat kami khususnya balita terus berlangsung. Karena masyarakat kami sangat membutuhkan,” harap Saba.

Selain memberikan layanan kesehatan ke warga, tim juga melakukan edukasi ke sejumlah sekolah dasar. Seperti SDN Ekoreko di Desa Rorurangga, Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende. Sebanyak 129 siswanya mendapatkan edukasi kesehatan dan paket  perlengkapan sekolah berupa seragam, buku, dan alat tulis.            

Sulasmi Abdurrahman mewakili pihak sekolah menyampaikan terima kasih atas bantuan perlengkapan sekolah dan edukasi kesehatan yang dilakukan ACT dan Mondelez International. “Bantuan ini sebuah pengetahuan bagi anak didik kami. Begitu pun dengan perlengkapan sekolah, anak-anak sangat senang karena sebagian besar dari mereka jarang memiliki peralatan sekolah yang baik, dan berasal dari keluarga prasejahtera,” kata Sulasmi.[]


sa
Bagikan

Terpopuler