Sepinya Kurban di Rancamaya Kala Pandemi

Beberapa hari menjelang Iduladha, Kampung Rancamaya, Desa Gunungsari, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, belum mendapatkan sama sekali pekurban. Salah satu faktornya adalah pandemi yang menjadikan sebagian warga berkurang pendapatannya atau bahkan kehilangan sama sekali pekerjaannya.

Salah satu warga Kampung Rancamaya yang sedang bekerja sebagai buruh harian pembuatan bata. (ACTNews)

ACTNews, TASIKMALAYA – Kampung Rancamaya namanya, sebuah tempat yang keberadaannya nyaris tak telihat karena akses jalan menuju ke tempat tersebut dikerumuni pohon bambu yang lebat. Perkampungan ini dihuni oleh sekitar 350 jiwa yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai pekerja harian lepas seperti pemecah batu, pembuat bata, pembuat besek anyaman.

Ketika pandemi datang, mau tak mau para pekerja harian ini mengalami penurunan pendapatan, bahkan tak jarang ada yang kehilangan pekerjaannya. Terlebih yang bekerja sebagai pemecah batu. Karena produsennya berhenti, otomatis pekerja pun ikut berhenti.

Dampaknya kurang dari tujuh hari menjelang Iduladha, belum ada warga Kampung Rancamaya yang mendaftarkan diri untuk berkurban. Hal ini diungkap oleh Zai Suhendi selaku ketua RT 01 Kampung Rancamaya, Desa Gunungsari, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya yang sekaligus Ketua DKM Masjid Nurul Fahmi.

“Tahun ini masih seperti tahun-tahun sebelumnya, belum ada yang mendaftar untuk berkurban. Bahkan tahun kemarin juga, kalau tidak ada dari Global Qurban – ACT mungkin tahun 2019 kita tidak pemotongan kurban,” ungkapnya pada Ahad (26/7) lalu.


Kegiatan anak-anak Kampung Rancamaya yang sedang belajar mengaji disebuah bangunan sederhana. (ACTNews)

Pada tahun-tahun sebelumnya, Zai menyebutkan bahwa di kampungnya memang belum ada warganya yang berkurban. Sampai-sampai ia nyaris lupa dari tahun berapa di kampungnya tidak ada yang kurban karena sudah lama sekali.

“Saya sudah hampir lupa dari tahun berapa tuh, enggak ada kurban, saking lamanya. Alhamdulillah tahun kemarin dapat dari Global Qurban – ACT. Saya pun menyampaikan harapan semoga tahun ini ada dermawan yang berkenan dan berbaik hati untuk berkurban atau menyalurkan hewan kurbannya ke sini. Semoga Allah juga memudahkan siapa pun yang berniat untuk berkurban di tahun ini,” tambah Zai.


M. Fauzi Ridwan dari Tim Program Global Qurban – ACT Tasikmalaya menyebutkan bahwa dirinya beserta tim juga sedang mengikhtiarkan penyaluran hewan kurban untuk Kampung Rancamaya. Ia berharap semoga nanti ada yang bisa menunjukan kepeduliannya di momen Iduladha tahun ini melalui hewan kurban terbaiknya.

“Bismillah, kita sedang sama-sama mengikhtiarkan hal tersebut. Dan kami pun berharap, sekaligus mengajak siapapun yang ingin berbagi kebahagiaan di momen Iduladha tahun ini di Kampung Rancamaya melaui hewan kurban terbaiknya. Semoga Allah mudahkan langkah para dermawan semua agar bisa menghadirkan kurban terbaik di sini,” ujar Fauzi. []