Serangan 11 Hari Israel, Roda Bisnis di Gaza Terdampak Parah

Fadi Alzaitoniye dan Shadi Alzaitoniye adalah kakak beradik pemilik toko di Gaza yang turut kehilangan bisnisnya hanya dalam semalam. Shadi memiliki toko pakaian dan sepatu yang baru dibuka sekitar sebulan lalu.

shadi alzaitoniye
Shadi Alzaitoniye menunjukkan lokasi tokonya yang terkena bombardir Zionis. (TRT World)

ACTNews, GAZA - Serangan Israel terhadap Gaza telah mengakibatkan kerugian sekitar USD 80 juta bagi lebih dari 500 bisnis warga Palestina, termasuk 50 pabrik. Kegiatan usaha kecil dan menengah adalah unit yang merasakan dampak terburuk dari kebrutalan penjajah Israel, seperti yang dilaporkan oleh Euro-Mediterranean Human Rights Monitor yang berbasis di Jenewa. Padahal, UMKM adalah tulang punggung perekonomian Gaza. 

Fadi Alzaitoniye dan Shadi Alzaitoniye adalah kakak beradik pemilik toko di Gaza yang turut kehilangan bisnisnya hanya dalam semalam. Shadi memiliki toko pakaian dan sepatu yang baru dibuka sekitar sebulan lalu. Pada Desember 2020, ia bahkan pergi ke Turki untuk membeli barang-barang yang akan dijual di tokonya. Namun baru berjalan 15 hari, toko miliknya luluh lantak diterjang misil Israel.

“Saya memiliki seorang tetangga yang sudah bekerja selama 20 tahun. Dia mengatakan bahwa dirinya tidak merasa kasihan atas dirinya, tetapi justru kasihan terhadap usaha kami yang hanya buka dalam 15 hari,” kata Shadi seperti dikutip dari kanal Youtube TRT World pada Sabtu (22/5/2021).

Shadi membuka dua toko, yaitu toko sepatu dan baju. Keduanya hancur dalam sekejap mata. Tidak ada yang bisa diselamatkan. Tidak ada yang tersisa.

Fadi Alzaitoniye mengatakan, dirinya juga memikirkan karyawan yang bekerja bersamanya setelah serangan tersebut. Ada lima karyawan yang selama ini bekerja di  tokonya. 

Tidak ada air mata atau keresahan terpancar di wajah kakak beradik tersebut, meski mimpi  mereka terkubur bersama reruntuhan bangunan. Mereka mengatakan tidak akan menyerah pada keadaan dan justru akan bekerja lebih keras lagi. []