Serangan Israel Awal Ramadan: Tiga Meninggal, Belasan Luka

Ramadan yang mestinya disambut suka cita, tidak dirasakan oleh banyak warga Palestina. Pada awal Ramadan ini, sejumlah serangan dilakukan pasukan Israel di Tepi Barat maupun Yerusalem.

israel serang palestina
Pemuda Palestina ditangkap usai mendapat serangan dari pasukan Israel. (Dokumen Istimewa)

ACTNews, YERUSALEM, TEPI BARAT – Pasukan Israel menyerang sejumlah pemuda Palestina di Damaskus Gate, Bab El-Amoud, sekitar Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada tengah malam, Ahad (3/4/2022).

Berdasarkan data yang dihimpun tim Global Humanity Network (GHN) ACT, sedikitnya 13 warga Palestina yang mengalami luka-luka akibat serangan brutal dari pasukan Israel. Sampai tulisan ini dibuat, tim GHN-ACT belum mengetahui penyebab terjadinya aksi kekerasan pasukan Israel tersebut.

Pada hari yang sama, eskalasi Israel terjadi di daerah Arraba, selatan Kota Jenin, di utara Tepi Barat. Sebuah unit khusus pasukan Israel menembak dan membunuh tiga pemuda Palestina .

Menanggapi rentetan serangan ini, juru bicara Presiden Palestina, Nabil Abu Rudeineh mengutuk keras tindakan brutal Israel ini. Rudeineh menyebut tindakan Israel membuat situasi Ramadan di Palestina menjadi tidak kondusif dan dipenuhi ketegangan.

“Di saat banyak pihak berusaha untuk mengurangi ketegangan selama bulan suci Ramadan, Israel justru melakukan serangan terencana ini, yang menyebabkan pembunuhan tiga warga sipil pada dini hari hari ini di Jenin,” kata Abu Rudeineh, dikutip dari laman kantor berita Palestina, WAFA.

Rudeineh mendesak Israel menghentikan segala serangan dan tindakan brutalnya ke warga Palestina selama Ramadan. Termasuk serbuan-serbuan provokatif pemukim Israel ke Al-Aqsa. Sebab, apa yang dilakukan Israel secara jelas melanggar hukum dan legitimasi internasional.[]