Serangan Israel di Gaza Timbulkan Eskalasi Konflik

Serangan yang menewaskan suami istri tersebut dibalas oleh Gaza dengan tembakan roket ke wilayah Israel.

Bangunan yang rusak akibat serangan Israel ke Gaza pada Selasa (12/11) dini hari tadi. (AFP/Mahmud Hams)

ACTNews, GAZA - Sepasang suami istri tewas dalam serangan Israel di distrik Shejayia, Jalur Gaza, pada Selasa (12/11) dini hari. Militer Israel menuturkan serangan itu merupakan bagian dari operasi gabungan antara militer dan pasukan keamanan domestik, Shin Bet.

Dilansir dari CNN Indonesia, serangan itu menimbulkan eskalasi serangan di antara Palestina dan Israel. Beberapa kelompok dari pihak Palestina dilaporkan membalas serangan tersebut ke wilayah Israel.

Informasi terbaru yang didapatkan dari Kementerian Kesehatan Palestina pada Selasa sore (12/11) ini, korban sipil Palestina bertambah menjadi tiga orang, sementara 18 lainnya luka-luka. Korban-korban yang mengalami luka telah dibawa ke rumah sakit Indonesia yang berada di bagian utara Gaza.

Dilansir dari Kumparan, setelah menembakkan roket ke Gaza, militer Israel juga menembakkan roket ke Distrik Mezzah, bagian barat Kota Damaskus, Suriah. Sebanyak tiga orang meninggal atas serangan di Damaskus dan rumah yang dibombardir beserta mobil-mobil yang terparkir di bawahnya, hancur.

Eskalasi konflik di Gaza kerap memakan korban jiwa dan luka, yang umumnya adalah warga Palestina. Seperti serangan awal dari Israel pada awal Ramadan lalu. Dikutip dari Liputan 6, berawal dari bentrokan sebuah demonstrasi pada tanggal 3 Mei 2019 lalu, Israel menembak dua orang demonstran.

Serangan ini dibalas Gaza dengan menembakkan 600 roket yang lantas dicegah dengan sistem pertahanan Iron Dome pada 4 Mei. Pada tanggal 6 Mei, Israel membalas lagi dengan serangan udara di 300 titik di Gaza.

Atas serangan sistematik Israel, Otoritas Palestina dan lembaga hak asasi menyebut bahwa sebagian besar bangunan yang rusak adalah rumah warga. "Ratusan keluarga di Jalur Gaza telah kehilangan tempat tinggal akibat serangan," kata Direktur Kementerian Tenaga Kerja di Gaza, Naji Sarhan. []