Serangan Israel Meningkat, Palestina Minta Dukungan Internasional

Kepresidenan Palestina meminta dukungan masyarakat internasional pascaserangan Israel ke Desa Burqa, Tepi Barat yang melukai ratusan warga Palestina.

palestina diserang israel
Ilustrasi. Serangan Israel terhadap warga Palestina. (Dok. Anadolu Agency)

ACTNews, TEPI BARAT – Kepresidenan Palestina pada Kamis (23/12/2021), mendesak perlindungan internasional di tengah meningkatnya kekerasan dari pemukim ilegal Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Kepresidenan juga menyatakan tindakan Israel tidak dapat terus dilakukan, karena bertindak selayaknya negara di atas hukum.

Presiden Palestina mendesak masyarakat internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk segera turun tangan memberikan perlindungan bagi rakyat Palestina, sebagaimana dikabarkan Kantor Berita Palestina WAFA. Selain meminta dukungan untuk menghentikan pembangunan ribuan selter ilegal Israel, otoritas Palestina juga mempertanyakan sikap komunitas internasional yang dianggap diam saat ada serangan ke ratusan warga Palestina di Desa Burqa, Tepi Barat.

Sebagaimana dilaporkan pada 22 Desember lalu, sekitar 125 warga Palestina di Desa Burqa mengalami luka-luka usai diserang pasukan pendudukan Israel. Serangan tersebut, terjadi tak lama setelah ratusan pemukim Israel yang dilindungi oleh tentara berusaha masuk dan mengusir warga Palestina dari desa tersebut.

Pasukan Israel menyerang warga Palestina dengan tembakan peluru baja berlapis karet. Tembakan gas air mata juga turut diarahkan ke dalam rumah-rumah agar warga Palestina keluar dari rumahnya. Seorang anak perempuan dirawat karena syok setelah sekelompok pemukim Israel dengan kejam menyerang rumah keluarganya di pinggiran desa.

Dua kendaraan ambulans milik warga Palestina juga dihantam oleh tentara Israel dengan granat kejut dan tabung gas air mata. Pascaserangan, pintu masuk ke Desa Burq telah ditutup dengan gundukan tanah oleh pasukan pendudukan Israel.

Meskipun kekerasan dan vandalisme oleh pemukim Israel biasa terjadi sepanjang tahun, namun serangan oleh pemukim Israel, tercatat meningkat selama seminggu terakhir di Tepi Barat.[]