Serangan ke Al-Aqsa Kembali Terjadi, Ini Penyebab dan Kabar Terkininya

Serangan susulan dilakukan pasukan Israel pada Ahad (17/4/2022) di dalam dan sekitar kompleks Al-Aqsa. Jumlah korban pun bertambah menjadi 170 orang. Berikut penyebab meningkatkatnya gelombang serangan Israel beberapa hari terakhir, yang telah ACTNews rangkum dari berbagai sumber.

israel serang palestina
Israel kembali melakukan serangannya ke Al-Aqsa pada Ahad, 17 April 2022. (MEE/Mahmoud Moutan)

ACTNews, YERUSALEM – Lebih dari 20 warga Palestina terluka dalam serangan pasukan Israel di dalam dan sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Ahad (17/4/2022) atau dua hari setelah kekerasan besar di lokasi tersebut. Mayoritas dari mereka terluka karena ditembak oleh peluru baja yang berlapis karet. Serangan terbaru ini pun membuat membuat jumlah korban luka sejak Jumat lalu menjadi sekitar dari 170 orang.

Selain itu, dalam serangan tersebut pasukan Israel juga menangkap sedikitnya 18 warga Palestina. Serangan di Al-Aqsa ini juga bersamaan dengan meningkatnya kekerasan mematikan di Tepi Barat, di mana beberapa warga Palestina syahid usai ditembak pasukan Israel.

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Network ACT menjelaskan, ketegangan di Al-Aqsa disebabkan Israel yang tengah merayakan Passover selama 8 hari, yakni dari tanggal 15 hingga 23 April 2022. Dalam perayaan ini, pasukan Israel dan ratusan pemukim memaksa masuk ke Al-Aqsa untuk melakukan ritual sembelih hewan.

"Ini tentunya merupakan bentuk penghinaan terhadap Masjid Al-Aqsa yang merupakan salah satu tempat tersuci bagi umat muslim dunia, sekaligus bentuk provokasi terhadap warga Palestina. Oleh karena itu, warga Palestina berusaha tetap berkumpul melakukan itikaf di Masjid Al-Aqsa. Sebab, jika terus ada aktivitas muslim di Al-Aqsa, maka Israel akan kesulitan melakukan rencananya." ujar Firdaus, Senin (18/4/2022).

Lebih lanjut, Firdaus menjelaskan bahwa Israel telah melakukan sejumlah pembatasan dan menutup jalan utama dari Tepi Barat ke Kota Tua di Yerusalem. Hal ini dilakukan untuk mencegah datangnya lebih banyak warga Palestina untuk berkumpul dan beribadah di Al-Aqsa.

Sementara itu, dilansir dari laman Arabnews, ada sekitar 228 pemukim Israel yang menerobos Al-Aqsa pada Ahad kemarin. Kedatangan mereka dikawal ketat oleh pasukan bersenjata Israel. Pasukan tersebut juga sebelumnya telah mengusir sekitar 500 warga Palestina yang tengah berkumpul di dalam Al-Aqsa.

Sejumlah pejabat Palestina pun mendesak Israel untuk menghentikan semua tindakan ilegal dan provokatif yang menjadi penyebab gelombang serangan beberapa hari terakhir. Pihak Palestina juga meminta bantuan masyarakat internasional untuk ikut andil mendesak Israel menghentikan tindakan yang jelas melanggar hukum internasional tersebut.

"Eskalasi berbahaya Israel di kompleks Al-Aqsa adalah serangan terang-terangan terhadap tempat-tempat suci kami," ujar pejabat senior Palestina, Hussein Al Sheikh.

Untuk diketahui, selama Ramadan, Al-Aqsa biasa dipenuhi puluhan ribu warga Palestina tiap harinya. Namun, Ramadan tahun ini Israel melakukan pembatasan yang membuat warga Palestina tidak leluasa beribadah di Al-Aqsa, di antaranya yaitu dilarang masuknya pria Palestina berusia di bawah 40 tahun, dan keharusan memproses izin masuk untuk pria Palestina berusia di atas 40 tahun. []