Serangan, Pandemi, dan Musim Dingin yang Terus Menggerogoti Gaza

Memasuki musim dingin ini, Gaza bukan hanya harus melawan suhu dan pandemi. Ahad lalu, bahkan pesawat tempur Israel kembali menyerang sejumlah wilayah di Jalur Gaza.

Serangan, Pandemi, dan Musim Dingin yang Terus Menggerogoti Gaza' photo
Serangan yang disebabkan pesawat tempur Israel di Gaza. (WAFA)

ACTNews, GAZA – Pesawat tempur Israel meluncurkan serangan ke Gaza pada Ahad (22/11) dini hari. Dilaporkan kantor berita Palestina, WAFA, serangan tersebut menyebabkan sejumlah kerusakan, namun tidak ada korban jiwa. 

Menurut WAFA, Israel meluncurkan tiga roket ke barat Kota Gaza. Serangan itu menghancurkan fasilitas permukiman dan membuat penduduk takut. Roket Israel juga menarget area pertanian. Sementara di selatan, pesawat tempur Israel menarget bagian barat kota di Khan Younis dan Rafah.

Sementara itu, Gaza harus tetap mewaspadai penyebaran pandemi Covid-19 dan persiapan memasuki musim dingin. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan, sedikitnya 684 Covid-19 dilaporkan di Gaza.


Warga di Gaza Utara menerima bantuan selimut hangat. Melalui program Winter Aid, Aksi Cepat Tanggap berikhtiar mengantarkan kebutuhan warga Gaza, termasuk selimut dan jaket, sepanjang musim dingin. (ACTNews)

Pakar mikrobiologi yang turut menangani pandemi di Gaza Abdelraouf Elmanama mengatakan, 79 dari 100 ventilator di Gaza digunakan untuk kesembuhan pasien Covid-19. “Dalam 10 hari, sistem kesehatan di Gaza akan kesulitan menangani jumlah kasus yang terus meningkat. Mungkin akan ada sejumlah pasien yang tidak bisa mendapat layanan ICU,” kata Elmanama.

Pandemi juga berdampak ke ekonomi warga. Pendapatan bulanan para pekerja di Gaza turun hampir 90 persen sejak dimulainya pandemi Covid-19 dan puluhan ribu orang kehilangan pekerjaan. Risiko pandemi Covid-19 juga dikhawatirkan meningkat saat musim dingin.

Sementara itu, Aksi Cepat Tanggap sebagai lembaga kemanusiaan yang juga berfokus pada isu internasional, tengah menggalang kepedulian untuk membantu masyarakat Palestina menghadapi musim dingin. Melalui laman Indonesia Dermawan, penggalangan sedekah dilakukan. Selain sedekah dengan nominal bebas, ACT juga menyediakan paket sedekah berupa paket pangan dengan nominal Rp560 ribu per keluarga, serta sedekah nominal Rp935 ribu untuk pakaian hangat per satu keluarga Palestina.

“Insyaallah ikhtiar kita bersama dapat membantu masyarakat Palestina, termasuk di Gaza menghadapi musim dingin. Dukungan pangan, pakaian hangat, tentu amat berarti,” kata Zahid.[]

Bagikan

Terpopuler