Serangan Udara Hantam Idlib, 180.000 Warga Melarikan Diri

Pasukan agresif melancarkan serangan darat maupun udara selama hampir dua pekan.

Serangan Udara Hantam Idlib, 180.000 Warga Melarikan Diri' photo


ACTNews, IDLIB - Sebanyak 180.000 warga Suriah terpaksa mengungsi dari rumah mereka di Provinsi Idlib ketika pasukan agresif melancarkan serangan darat maupun udara selama hampir dua pekan, menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA). Terakhir, serangan udara dikabarkan telah menyasar sebuah pasar yang terletak di Jisr Ash Shugur sesaat menjelang waktu berbuka puasa, mengakibatkan 6 warga sipil meninggal dunia dan 10 lainnya mengalami cedera, Selasa (14/5).


Lembaga Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) menyebutkan, lebih dari 200 jiwa telah meninggal dunia akibat serangan yang terjadi sejak akhir April lalu. Anak di bawah umur dan wanita termasuk di antara mereka yang terjebak dan menjadi korban dalam pertempuran, bahkan jumlahnya dapat mencapai ratusan. Lagi-lagi, kaum rentan lah yang justru kembali menjadi korban atas serangan yang diklaim untuk melawan terorisme.




Tak hanya pemukiman warga sipil Suriah, PBB menyebutkan sebanyak 18 fasilitas kesehatan di sekitar Idlib juga menjadi target serang, menambah penderitaan kaum rentan yang terperangkap dalam baku tembak. Melansir Relief Web, pada Jumat (10/5), Rumah Sakit Bedah di Kafranbel, Idlib, yang terkena serangan udara. RS. Bedah Kafranbel Idlib sudah tiga kali menjadi target rezim dalam kurun waktu dua minggu.


Sehari setelahnya, serangan udara menyasar Rumah Sakit Sham di Kafranbel, Idlib, Sabtu (11/5). Untungnya, tidak ada fasilitas medis yang rusak, sehingga para pasien yang tengah menjalankan perawatan tidak turut menjadi korban. Meski tak menimbulkan kerusakan dan korban, peristiwa itu menandakan serangan tak melihat bahwa infrastruktur medis merupakan bagian penting bagi 3,5 juta warga Suriah yang sangat membutuhkannya.


Belum lagi, beberapa rumah sakit yang tersisa di Idlib dikabarkan telah rusak dan tidak dapat bertahan lagi karena juga mengalami kekurangan alat medis dan obat-obatan. Apabila terus berlanjut di Idlib, Suriah diperkirakan akan menjadi negara dengan krisis kemanusiaan terbesar yang pernah ada di dunia.  




“Hentikan pemboman rumah sakit dan sekolah. Hentikan pembunuhan warga sipil, anak-anak, dan wanita,” kata Dr. Hussam Al-Fakir, Ketua Internasional UOSSM.


Serangan darat maupun udara sedang dilancarkan di kota-kota yang berdiri di antara pasukan pemerintah, dan Idlib menjadi salah satu target utamanya. Padahal, selama beberapa tahun terakhir, Idlib sendiri telah menjadi ‘rumah’ bagi banyak warga Suriah yang melarikan diri dan mengungsi. Belum lagi adanya kesepakatan dari Pemerintah Turki dan Rusia yang menetapkan Idlib menjadi zona de-eskalasi. []



Sumber foto: @SyriaCivilDef

Bagikan

Terpopuler