Sesarengan Syukuran Qurban Rekatkan Warga Terdampak Kekeringan

Bencana memang menyisakan trauma tersendiri bagi warga yang merasakan dampaknya. Begitu pula kekeringan yang terjadi di DI Yogyakarta pada 2019 lalu. Bertepatan dengan Iduladha, Global Qurban - ACT menyapa mereka dengan harapan mampu menguatkan dan membawa kebahagiaan lewat daging kurban.

Sesarengan Syukuran Qurban Rekatkan Warga Terdampak Kekeringan' photo
Warga Bantul sedang mengemasi daging kurban ke dalam wadah yang telah disiapkan terbuat dari bambu. Agustus tahun 2019 itu juga, warga Bantul menikmati kehangatan kumpul warga di sesarengan Syukuran Qurban. (ACTNews)

ACTNews, BANTUL – Udara kering dan panasnya hawa siang pada Agustus 2019 lalu di Kabupaten Bantul tak menyurutkan warga sekitar Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul untuk hadir di Sekolah Dasar Islam Terpadu Ar Raihan. Sekolah tersebut menjadi lokasi penyembelihan 90 ekor kambing yang dagingnya dibagikan ke 200 warga prasejahtera. Namun, ada yang istimewa. Ialah Sesarengan Syukuran Qurban yang digelar Global Qurban - ACT DI Yogyakarta menyatukan ratusan warga. Hari itu, suasana hangat warga sekitar tercipta. Mereka saling bertemu bahkan menyembelih, menguliti, mengolah hingga menikmati olahan daging kurban bersama-sama.

Daging diolah menjadi menu yang pada umumnya mudah ditemukan, yaitu gulai dan tongseng. Akan tetapi, yang terpenting bukanlah bagaimana rasa dari masakan. Melainkan, kekeluargaan dan saling bertegur sapa yang tercipta di tengah warga.

Bagus Suryanto, Kepala Cabang Global Qurban - ACT DI Yogyakarta mengatakan, sesarengan yang memiliki makna dalam bahasa Indonesia “bersama-sama” memang diadakan dengan tujuan merekatkan kekeluargaan warga di sekitar lokasi penyembelihan. Bertepatan dengan Iduladha tahun 2019 lalu, kemarau panjang dengan dampak yang cukup parah melanda DI Yogyakarta termasuk Bantul. “Dengan adanya acara ini, semoga warga bisa saling menguatkan di tengah bencana yang sedang melanda (kekeringan),” kata Bagus pada Agustus 2019 lalu.

Selain mengolah daging kurban untuk makan bersama, Global Qurban - ACT juga memberikan daging siap olah ke warga sekitar yang prasejahtera dan terdampak kekeringan. Secara nasional, tahun 2019 Global Qurban - ACT menggunakan kemasan non-plastik untuk mengurangi sampah yang sulit terurai. Termasuk penyembelihan yang dilakukan di Bantul, daging kurban dikemas dengan anyaman bambu.

Selain di Bantul, Syukuran Qurban juga digelar di Gunungkidul, tepatnya Desa Grogol, Kecamatan Paliyan. Gunungkidul sendiri merupakan salah satu daerah di DI Yogyakarta yang mengalami kekeringan dengan dampak yang cukup parah. Sumber air mengering dan memaksa warganya harus membeli air dengan harga mencapai ratusan ribu rupiah. “Akibat kekeringan ini, tak sedikit warga yang harus menjual ternaknya untuk membeli air,” jelas Winarno, relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Gunungkidul, pada Agustus 2019 lalu.

Dengan adanya makan bersama olahan daging dan pendistribusian daging kurban, Global Qurban - ACT berharap bisa membawa kebahagiaan di tengah duka bencana. Di tahun 2020 ini pun, Global Qurban - ACT akan menyapa wilayah terdampak bencana seperti Konawe Utara serta Kabupaten Luwu yang beberapa waktu lalu diterjang banjir bandang. Kebahagiaan penerima manfaat tersebut tak lepas dari peran pekurban yang menyalurkan kurbannya melalui Global Qurban - ACT.[]