Setahun, Sumur Wakaf Aliri Air untuk Warga Gunungkidul

Setahun, Sumur Wakaf Aliri Air untuk Warga Gunungkidul

ACTNews, GUNUNGKIDUL -Sudah satu tahun, Sumur Wakaf dari Global Wakaf  hadir mengaliri air bersih untuk warga Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul. Berada tepat di samping Masjid Muttaqin, Sumur Wakaf tersebut tidak hanya mengaliri kebaikan bagi jemaah masjid, tetapi juga masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sumur Wakaf ini sudah hadir sejak Desember 2017 lalu. Alhamdulillah, keberkahan dari Sumur Wakaf hingga hari ini masih terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat,” ujar Wahyu dari tim Global Wakaf yang melakukan pengecekan langsung Sumur Wakaf di Desa Jati Ayu.

Keceriaan tampak dari wajah warga desa yang tidak lagi kesusahan mencari air bersih, terutama ketika kemarau melanda. Basuki, warga Desa Jatiasih, sangat bersyukur dengan dibangunnya Sumur Wakaf ini. membuat ketersediaan air menjadi tercukupi dan jaraknya Sumur Wakaf dari rumah-rumah warga juga tidak jauh.

“Alhamdulillah, keberadaan Sumur Wakaf ini juga sangat membantu masyarakat dalam beribadah. Masyarakat dapat langsung berwudu dan beribadah. Pengajian-pengajian juga berjalan lancer. Jemaah tidak lagi khawatir kesusahan air.  Terima kasih kepada donatur dan tim GW semoga mendapatkan pahala dari Allah,” ungkap Basuki.

Sebelumnya, Desa Jatiasih memang menjadi salah satu desa yang tahun lalu dilanda kekeringan panjang. Wasito, salah seorang warga, menuturkan, ketika kemarau melanda, masyarakat kesulitan mencari air bersih.  “Kalau ingin dapat air, harus mengantri dulu dan jaraknya juga cukup jauh. Capek ngantri kadang nggak dapat air. Selain itu, kerja warga juga terganggu karena nyari air jauh dan lama,” ujar Wasito.

Melihat kondisi inilah, tim Global Wakaf kemudian membangun Sumur Wakaf pada awal November 2017. Pengerjaan dilakukan oleh tim profesional dengan melalui berbagai tahapan, mulai dari mencari titik pengeboran sampai kemudian sumur bisa digunakan.

“Sebelum kita melakukan pengeboran sumur, kita cari titik pengeboran. Barulah kemudian kita rangkai alat dan melakukan pengeboran. Karena ini merupakan sumur bor dalam maka kita gunakan mata bor yang terbuat dari intan agar bisa menembus perut bumi. Kita bor sesuai dengan debit air yang dibutuhkan,” terang Wahyu, yang bertanggung jawab atas pembangunan Sumur Wakaf di Desa Jatiasih.

Selanjutnya, menurut Wahyu, ketika pengeboran selesai, bor dicabut dan dilakukan pemasangan pita chasing yang berfungsi agar sumber air tidak tertimbun oleh bebatuan atau tanah dari atasnya. Kemudian dilakukan pumping test atau uji coba sejauh mana besar debit air yang ada di dalam sumur bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Lalu dilakukan penanaman pompa sumur sibel dan barulah sumur bisa digunakan.

“Alhamdulillah, melalui berbagai tahapan sumur ini akhirnya dapat digunakan masyarakat sekitar,” ungkap Wahyu.

Sumur Wakaf di Desa Jatiasih hanyalah salah satu contoh dari keberhasilan program Sumur Wakaf dari Global Wakaf. Hingga saat ini sudah dibangun sekitar 16 Sumur Wakaf di wilayah Yogyakarta khususnya wilayah yang sering dilanda kekeringan dan krisis air. Insya Allah ikhtiar untuk membantu sesama ini akan terus ditingkatkan, tidak hanya di Yogyakarta tetapi juga di Indonesia. []