Setelah Menunggu Sepuluh Tahun, Warga Sungai Nilo Akhirnya Kembali Selenggarakan Kurban

Warga Dusun Sungai Nilo di Kabupaten Pelalawan, tak bisa merasakan daging kurban selama 10 tahun terakhir. Karena itu hadirnya daging dari Global Qurban pada tahun ini, membawa kebahagiaan tersendiri bagi mereka.

Senyum anak-anak di Dusun Sungai Nilo ketika menerima paket daging kurban dari Global Qurban. (ACTNews)

ACTNews, PELALAWAN – Memerlukan waktu tempuh dua jam setengah dari Kota Pekanbaru menuju Dusun Sungai Nilo, Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan. Kondisi jalan yang masih berupa tanah dan sawit di kiri dan kanan menjadi tantangan bagi Tim Global Qurban - ACT kala mengantarkan kebahagiaan kurban di tasyrik pertama, Kamis (21/7/2021) kemarin. 

Di Sungai Nilo, warga prasejahtera mendominasi pemukim di sana dengan 90% bekerja sebagai nelayan. Kesulitan ekonomi yang kemudian membuat warga jarang menikmati daging kurban. Amir Saputra Ketua RT 02 RW 01 Dusun Sungai Nilo mengatakan, sudah 10 tahun terakhir warga kampungnya tak bisa menikmati daging kurban.

Adapun di kampung tetangga mengadakan pemotongan hewan kurban, jumlahnya juga sedikit. Membuat tak banyak paket daging yang bisa terdistribusi. “Di kampung tetangga paling ada penyembelihan satu atau dua ekor saja, jumlahnya terbatas,” cerita Amir.


Wahyu Suryanda Kepala Cabang ACT Riau mengatakan, Sungai Nilo menjadi salah satu lokasi distribusi daging kurban karena jarangnya mendapat kurban serta didiami masyarakat prasejahtera. Harapannya amanah kurban ini bisa membawa kebahagiaan bagi kampung dengan 25 kepala keluarga ini. “Selain distribusi daging kurban, tim ACT sekaligus melakukan asesmen untuk pengembangan program kemanusiaan lainnya,” jelasnya.

Wahyu pun turut berterima kasih atas kebaikan yang telah diamanahkan para dermawan. “Semua aksi kami tak pernah lepas dari dukungan dermawan. Kami pun akan terus menyalurkan amanah kebaikan ke warga yang benar-benar membutuhkan,” tambah Wahyu. []