Siaga Bencana, ACT dan MRI Riau Gelar Pelatihan Water Rescue

Menghadapi situasi La Nina dengan curah hujan yang tinggi, ACT dan MRI Riau mengikuti pelatihan Water Rescue pada Ahad (08/11). Selain agar siaga bencana, para peserta juga diharapkan dapat lebih mempererat silaturahmi dengan sesamanya melalui pelatihan ini.

Tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Riau saat akan melaksanakan pelatihan water rescue. (ACTNews/Thoni A)

ACTNews, KAMPARBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa pada November ini sebanyak 38% zona musim (Zom) akan memasuki penghujan. Bersamaan dengan itu curah hujan bakal di atas normal karena fenomena La Nina. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edwar Sanger memastikan pihaknya telah mempersiapkan diri untuk mengantisipasi musibah banjir di Riau dalam menghadapi situasi La Nina.

Beberapa daerah rawan banjir di Riau juga sudah dipetakan, terutama di wilayah Riau daratan (Kampar, Rohul, Kuansing). Kemudian disusul beberapa daerah pesisir di Riau yang dianggap rawan banjir akibat curah hujan deras.

Menyikapi hal itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Riau mengadakan pelatihan kesiapsiagaan bencana Water Rescue yang digelar di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau pada Ahad (08/11). Di antara peserta ini juga ada perwakilan beberapa Koordinator Daerah Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Riau.

“Materi pelatihan meliputi pengantar tentang water rescue, latihan kebugaran fisik, pengenalan perlengkapan, maintenance tools. Selain itu pelatihan pengoperasian perahu, penanganan korban saat evakuasi, dan terakhir simulasi latihan langsung di perairan,” ujar Hendi Gunawan Ketua MRI wilayah Riau.


Para peserta juga dilatih untuk menyelamatkan korban dalam kasus bencana banjir. Kemampuan ini bertumpu pada urusan water rescue, atau kemampuan menyelamatkan nyawa korban yang terjebak dalam air. Hendi menambahkan, sebelum jauh masuk ke fase pemulihan, tentu permulaan yang paling penting adalah fase kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana. Para peserta pelatihan dibekali dengan kelengkapan mulai seperti perahu landing craft rubber (LCR), helm, pelampung, dayung, ring buoy dan perlengkapan penunjang lainnya.

Peserta juga berlatih cara mengendalikan perahu, mendayung, berenang, evakuasi korban, materi dasar medis penolongan pertama serta pemeliharaan perahu. “Kami berharap para peserta mampu dalam hal tanggap darurat menghadapi bencana, yang kapan saja bisa terjadi. Selain itu, insyaallah dengan berkumpulnya para peserta ini, bisa menambah keakraban tim serta koordinasi menjadi semakin baik. Sehingga lebih maksimal lagi dalam membantu masyarakat,” Kata Mahbub selaku Instruktur Water Rescue.

Melalui pelatihan ini, Hendi berharap juga dukungan para dermawan dalam kesiapsiagaan bencana. “Kita tentu tidak mengharapkan bencana, namun alangkah baiknya persiapan terus kita matangkan, sehingga siap untuk menghadapi situasi apapun. Bantuan terbaik juga dapat para dermawan siapkan melalui Indonesia Dermawan atau transfer langsung melalui rekening BNI Syariah di nomor 66 6000 0460,” ajak Hendi. []